fbpx
Connect with us

Politik

Serba-serbi Konfercab PDIP Gunungkidul, Dari Kembali Terpilihnya Endah Hingga Tersingkirnya 2 Peraup Suara Terbanyak

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Partai terkuat di Gunungkidul, PDIP resmi memiliki struktur kepengurusan baru untuk 6 tahun mendatang. Seperti sudah banyak diperkirakan, Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih kembali terpilih untuk periode yang kedua. Dalam Konfercab yang berlangsung di Hotel New Saphir, Yogyakarta pada Sabtu (29/06/2019) kemarin, terjadi sejumlah kejutan dalam pembentukan jajaran kepengurusan DPC PDIP Gunungkidul. Dua nama tenar yang pada Pemilu 2019 kemarin meraup suara terbanyak untuk PDI di Gunungkidul untuk tataran DPRD Tingkat II dan tingkat I tersingkir dari struktur pengurus harian. Sugito, peraup suara terbanyak untuk caleg DPRD Gunungkidul yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP digantikan oleh Warto. Sementara peraup 28.000 suara untuk DPRD DIY, Wahyu Pradana Ade Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bapilu DPC PDIP Gunungkidul juga tak terlihat lagi dalam struktur kepengurusan DPC PDIP Gunungkidul.

Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan, struktur kepengurusan DPC PDIP Gunungkidul masa bakti 2019-2025 sendiri telah dilantik seusai berakhirnya konfercab kemarin. Pelantikan dilaksanakan berbarengan dengan 4 Kabupaten dan Kota lainnya di DIY yang juga melaksanakan Konfercab secara bersamaan.

Menurut Endah, terpilihnya jajaran pengurus teras yaitu Ketua, Sekretaris dan Bendahara sendiri merupakan keputusan dari DPP PDIP. Dalam surat rekomendasi DPP, langsung memilih 3 nama yaitu Endah Subekti sebagai Ketua, Warto menduduki jabatan sekretaris serta Dhemas Kursiswanto untuk jabatan bendahara.

“Berdasarkan rekomendasi ini, kita langsung mufakat dan kemudian diteruskan dengan pembentukan pengurus lainnya atau bisa disebut kabinet laah,” ungkap Endah, Minggu (30/06/2019) siang.

Endah mengaku bersyukur dengan kepercayaan yang kembali diberikan oleh DPP PDIP kepada dirinya untuk memimpin PDIP Gunungkidul ke depan. Kepercayaan ini disebutnya merupakan dampak dari hasil positif PDIP dalam Pileg maupun Pilpres dalam Pemilu 2019 kemarin. PDIP masih jumawa dengan menjadi pemenang pemilu sementara untuk Pilpres mendapatkan hasil fantastis dengan raupan suara mencapai lebih dari 75% untuk pasangan Jokowi-Maruf.

“Untuk DPC yang dinilai berhasil itu oleh DPP memang dipertahankan, sementara untuk yang ada penurunan ada evaluasi. Seperti DPC Bantul dan Kota itu diganti semuanya,” bebernya.

Sementara menanggapi tersingkirnya nama Sugito dan Wahyu Pradana Ade Putra dalam kepengurusan, Endah menyebut bahwa hal ini merupakan kebijakan dari DPD dan DPP. Dalam hal ini atas berbagai pertimbangan, Sugito dan Wahyu Pradana Ade Putra akan ditempatkan di kepengurusan DPD PDIP DIY. Seperti misalnya untuk Wahyu Pradana Ade Putra, sebagai anggota terpilih DPRD DIY, secara struktur kepengurusan dinilai akan lebih cocok jika bekerja dalam lingkup DPD PDIP DIY.

“Ini semua sudah keputusan dari DPP, kita di daerah tinggal melaksanakan,” imbuh dia.

Sementara itu, kejutan lainnya juga terlihat dalam jajaran struktur kepengurusan DPC PDIP Gunungkidul. Endah memboyong sejumlah nama-nama kader muda serta kader perempuan untuk menduduki jabatan penting. Total, 72% kepengurusan DPC PDIP Gunungkidul didominasi oleh kader muda dan perempuan. Nama-nama seperti bos media Danang Ardianta, FX Endro Tri Guntoro, Agus Riyadi, Mega, Indun Kristina, Kuntarti Puspandari, maupun Krisna serta yang lainnya mengisi darah segar PDIP ke depan.

Menurutnya, langkah ini sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan zaman. Dengan kekuatan besar dari pemilih fanatik, PDIP harus mampu untuk lebih berkembang agar nantinya lebih berjaya. Konsep seperti inilah yang sangat penting dalam menjaring pemilih milenial yang kini juga begitu dominan.

“Baru sisanya kita berikan untuk tokoh-tokoh senior,” imbuhnya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler