Sosial
Sering Bikin Onar, Kelompok Suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta Dikumpulkan di Mapolres Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Meski tak mempunyai klub lokal yang bersaing di pentas sepakbola berlevel nasional, belakangan di Gunungkidul cukup sering terjadi insiden yang melibatkan suporter sepakbola. Panasnya persaingan antara 2 klub sepakbola terbesar di DIY yaitu PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta seakan dipindah ke wilayah Gunungkidul oleh 2 kelompok suporter masing-masing klub yang berdomisili di Gunungkidul.
Keributan sering terjadi ketika kedua klub tersebut menggelar pertandingan, maupun saat salah satu dari kelompok supporter di Gunungkidul menghelat kegiatan. Menjadi pemandangan yang biasa di Jalan Jogja-Wonosari yang menjadi memanas manakala rombongan kelompok suporter berkonvoi usai menghadiri pertandingan sepakbola.
Hal semacam ini yang terus berlarut-larut nampaknya membuat jajaran Polres Gunungkidul jengah. Sabtu (24/02/2014) tadi, kelompok suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta dikumpulkan di Mapolres Gunungkidul. Di hadapan Kapolres Gunungkidul serta sejumlah pejabat teras, kedua kelompok tersebut menandatangani ikrar perdamaian.
Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan, sangat wajar apabila kelompok-kelompok supporter yang mayoritas didominasi oleh anak muda saat ini bangga terhadap klub sepak bola dukungan mereka. Namun demikian, apabila fanatisme tersebut tidak dikelola dengan baik, maka justru berakibat negative dan meresahkan masyarakat. Dan jika aroma permusuhan semacam ini terus dipelihara, maka bisa berakibat fatal dan dapat mengorbankan orang lain maupun diri sendiri hanya demi klub yang dibelanya.
“Saat ini pemerintah sedang membangun dan menghidupkan kembali kancah sepakbola nasional. Maka kita sebagai generasi muda harus mendukung bukan menyambut dengan hal yang negatif,” ujarnya.
Selama ini, lanjut Fuady, kelompok suporter PSIM Yogyakarta maupun PSS Sleman tidak pernah sejalan dan sering terjadi gesekan di jalan. Menurutnya, fanatisme terhadap klub sepak bola sebenarnya diperbolehkan, asal masih dalam batas wajar sehingga tidak ada kebencian ataupun niat untuk menyakiti pihak lain.
“Apabila ada rombongan suporter baik PSS Sleman maupun PSIM Yogyakarta yang melalui jalan Wonosari, tidak boleh ada lagi supporter lain yang nongkrong karena rawan terjadi gesekan,” tandas Kapolres yang beberapa waktu lalu sempat memimpin langsung pengamanan kepulangan suporter PSS Sleman usai menyaksikan pertandingan persahabatan melawan Persebaya Surabaya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Gunungkidul, Kompol Alaal Prasetyo menambahkan, pihaknya meminta kedua kelompok suporter itu untuk membudayakan situasi yang penuh perdamaian. Tak hanya di dunia nyata saja, akan tetapi kondusifitas situasi juga harus dijaga pula di dunia maya. Seringkali kericuhan antar suporter justru dipicu oleh saling hujat di media sosial.
“Jangan mau dihasut maupun diadu. Apabila mendapat informasi yang menghasut harus dikroscek dulu tentang kebenaran informasi tersebut,” pesan Alaal.
Senada dengan Alaal, Kasat Intelkam Polres Gunungkidul, AKP Rahmad Yulianto, juga berpesan agar masing-masing kelompok suporter harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Pasalnya, saat ini masing-masing kelompok suporter mempunyai Group Whatsapp yang bisa memantau dengan cepat perkembangan situasi suporter baik di Jogja maupun Sleman. Adapun dari grup tersebut, kerap ditemukannya bahasan provokatif hingga berpotensi terjadi konflik dan melebar hingga wilayah Gunungkidul.
“Jangan menjadi provokator melalui medsos karena apabila nanti terjadi konflik atau keributan pasti akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
