fbpx
Connect with us

Sosial

Data BPS, Pengangguran di Gunungkidul Bertambah 2000 Orang

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul beberapa waktu lalu telah merilis angka pengangguran di wilayah Gunungkidul. Dalam data ini, jumlah warga Gunungkidul yang masuk dalam kategori pengangguran mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018 kemarin, terdapat 9.249 orang masuk dalam kategori pengangguran terbuka. Padahal untuk kuota lowongan pekerjaan di bumi handayani saat ini terbilang banyak.

Kepala Statistik Sosial, Badan Pusat Satatistik (BPS) Gunungkidul, Paulus Hendri Laksono mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh jajarannya tahun tahun 2018 lalu, ada peningkatan sebesar 0,42% terkait jumlah pengangguran. Jika sebelumnya di tahun 2017 lalu terdapat 7.085 orang yang masuk dalam tingkat pengangguran terbuka (TPT), pada tahun 2018 ini bertambah menjadi 9.249 orang. BPS sendiri saat ini masih terus melakukan pemetaan dan pendataan.

“Ada sedikit peningkatan yang tergolong pengangguran. Kita survei bedasarkan aturan yang ada. Namun naiknya tidak begitu signifikan, masih dalam kategori rendah,” kata Paulus Hendri Laksono, Senin (07/01/2019).

Perhitungan yang dilakukan oleh BPS disebut Paulus mengacu pada mereka yang tinggal di Gunungkidul dan tengah mencari kerja, tidak bekerja, atau menunggu jadwal pemberangkatan kerja pada seminggu sebelumnya. Jumlah ini menurut Hendri Laksono masih tergolong rendah dibandingkan dengan kota atau kabupaten lain di DIY.

Berita Lainnya  Giat Berlatih Dalam Keterbatasan, Atlet Angkat Berat Difabel Gunungkidul Bawa Pulang 6 Emas dan 1 Perak

Dari survei tersebut mereka yang masuk dalam kategori pengangguran terbuka berada di kisaran usia 15 hingga 25 tahun. Mayoritas dari pengangguran tersebut adalah lulusan SMK yang pada orientasinya untuk bekerja. Potret di lapangan ini lah yang nantinya akan terus dikaji oleh pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan dalam penuntasan permasalahan pengangguran agar tidak semakin tinggi.

“Untuk data memang tugas kami, selepas survei data yang kami miliki ini diserahkan ke pemerintah untuk langkah lanjutan,” imbuh dia.

Adapun kondisi di Gunungkidul, sektor lain yang mengalami peningkatan yakni pada sektor kontruksi, untuk perdagangan pun dalam kategori standar. Sehingga juga berpengaruh pada tingkat pengangguran. Sementara untuk sektor pertanian peminatnya banyak dan tinggi namun untuk pertumbuhannya masih kecil.

Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Munawar Askin menjelaskan, sebenarnya untuk lowongan pekerjaan di Gunungkidul sudah cukup banyak. Misalnya di PT Komitrando, ada banyak lowongan namun minat masyarakat masih belum begitu tinggi. Belum lagi lowongan-lowongan yang ada, misal di luar daerah dan luar negeri.

Berita Lainnya  Jelang Pemilu, Dandim Perintahkan TNI Konsisten Menjaga Netralitas

Dari pemerintah melalui Disnakertrans sendiri terus berupaya membuka jaringan dan melakukan upaya penyaluran bagi para pencari kerja.

Hingga saat ini memang terdapat kurang lebih 2.273 orang yang mencari kerja. Kemudian untuk 1.200 lebih telah tersalurkan. Baik di tempat kerja lokal, luar daerah ataupun luar negeri. Ia menggaris bawahi jika berkaitan dengan minat keluar negeri masih perlu digalakkan lagi, meski sudah lebih membaik dibandingkan sebelumnya.

“Kami terus upayakan membuka link dan melakukan penyaluran, memang harus memiliki kemampuan yang memadahi. Kondisi di Gunungkidul memang kebanyakan mereka ingin merasakan merantau,” ucap dia.

Sebagaimana diketahui, program pemerintah pusat dan daerah selain penuntasan kemiskinan setiap tahun juga bertumpu pada permasalahan lain. Pada permasalahan pengangguran ini, pemerintah pusat terus melakukan penekanan dengan menjalin hubungan baik dengan penyedia lowongan pekerjaan.

Sehingga jika permasalahan pengangguran dapat terselesaikan, bukan tidak mungkin tingkat perekonomian juga akan melakukan perbaikan. Pemerintah pun terus bekerja ekstra dalam pengoptimalan segala program dan instansi yang ada.

“Walau begitu, pengoptimalan pada lembaga pelatihan dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi juga terus didorong,” tambah dia.

Berita Terpopuler