fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sering Dicaci Maki Atasan dan Cuti Dipersulit, Pekerja PT. Komitrando Gelar Unjuk Rasa

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Ratusan karyawan PT Komitrando Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari menggelar aksi unjuk rasa di halaman pabrik, Jumat (21/12/2018) pagi. Para pekerja nekat mogok kerja untuk bisa secara bersama menyampaikan unek-unek yang selama ini mereka rasakan saat beraktifitas kerja.

Salah seorang pekerja, Peni Lestari didampingi oleh sejumlah pekerja lain mengatakan, selama bekerja di PT yang bergerak di bidang produksi tas ini, pekerja seolah tidak mendapat jaminan kinerja yang sesuai. Para pekerja pun seringkali tidak mendapat hak-hak sebagaimana seorang pekerja diperkerjakan dengan layak. Misalnya saja dengan pemberian izin libur kerja atau cuti yang dianggap selalu dipersulit. Selain itu, terdapat pemulangan tenaga kerja namun tidak mendapat uang kompensasi atau pesangon dari perusahaan.

“Pemenuhan hak dan kewajiban sebagaimana peraturan ketenagakerjaan sangat kami perlukan. Jadi kerja itu enak dan nyaman, tapi di sini kami sering mendapat perlakuan yang kurang enak bagi pekerja, salah satunya sering diomeli dengan kata kata kasar,” papar Peni Lestari, saat ditemui usai orasi.

Menurutnya, lantaran caci maki dari atasan membuat kinerja pegawai menurun. Sehingga setiap harinya produksi barang tidak sesuai target yang telah ditentukan. Padahal yang diinginkan oleh para pekerja bukan cacian melainkan suport agar para pekerja lebih semangat dan optimal.

“Tentu kami sakit hati jika dicaci sesuka hati atasan. Padahal kami juga udah bekerja ekstra, terlebih sistem sekarang jauh berbeda dibandingkan dengan sistem yang diterapkan oleh atasan terdahulu,” imbuh dia.

Aksi dari para pekerja mendapat tanggapan dari pihak perusahaan. Sempat dilakukan rembugan, namun berjalan alot. Dari pekerja menginginkan untuk libur 1 hari demi menenangkan pikiran dan hati, akan tetapi pihak perusahaan menginginkan pekerja untuk tetap beraktifitas biasa memproduksi barang. Surat tuntutan dari pekerja telah pun sudah diterima oleh pihak perusahaan.

Diskusi pun sempat dilakukan oleh para atasan perusahaan dengan sejumlah perwakilan pekerja didampingi oleh pihak kepolisian hingga memakan waktu jurang lebih 2 jam.

Salah seorang be parted di perusahaan, Hartoyo mengungkapkan, mediasi yang berjalan cukup lama tersebut akhirnya membuahkan hasil dimana untuk kinerja harus mengikuti alur. Sistem yang saat ini dikeluhkan akan sebisa mungkin dibenahi, sehingga semua pekerja nyaman.

“Semua telah disepakati, disaksikan oleh kapolsek dan jajaran lain. Segala tuntutan pekerja sebisa mungkin diindahkan sesuai dengan aturan. Mungkin ini hanya mis komunikasi,” paparnya.

Disinggung mengenai caci maki yang dilakukan oleh para atasan, akan ada pertimbangan perbaikan tutur kata yang akan dilakukan. Mengenai supervisor yang dipulangkan, itu lantaran kinerja kurang bagus dan bukan semata-mata dipecat oleh pihak perusahaan.

“Setelah mediasi ini pekerja diminta kembali ke ruang kerja untuk berproduksi. Ini perlahan ada pembenahan,” imbuh dia.

Sayang meski segala tuntutan telah disepakati, sebagian pekerja masih enggan untuk kembali lantaran masih merasa jengkel dengan perlakuan atasan selama ini. Rundingan pun kembali dilakukan oleh para pekerja agar secara keseluruhan kembali bekerja meski dalam kondisi yang sulit untuk diterima.

Sementara itu, salah seorang Manager di perusahaan tersebut, Supriyati mengungkapkan aksi ini sebenarnya hanya lantaran miskomunikasi antara atasan dan pekerja. Segala macam tuntutan sebenarnya sejak terdahulu sudah diterapkan misalnya saja cuti atau izin libur selalu ada, namun memang harus ada alasan yang jelas.

“Mushola juga ada kok. Ya mungkin memang karena kurang komunikasi, mudah-mudahan dengan ini ada perbaikan dari semua lini. Pada intinya jika ada kritik atau saran tentu kita tindak lanjuti,” ucap dia singkat.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler