Uncategorized
Sewindu UU Keistimewaan, Dewan Sebut Banyak PR Tentang Kesejahteraan Masyarakat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperingati sewindu disahkannya Undang-Undang Keistimewaan (UUK) di tanggal 31 Agustus 2020 ini. Banyak harapan besar mengenai implementasi keistimewaan, meski sudah 8 tahun ditetapkan masih banyak hal berkaitan dengan keistimewaan yang penerapannya masih belum dirasakan secara menyeluruh.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan semangat dalam UU Keistimewaan sangatlah luar biasa. Sehingga mampu mendorong seluruh elemen masyarakat untuk ikut dalam melestarikan budaya dan potensi lain yang dimiliki oleh daerah. Meski sejak penetapan UU tersebut, tapi ternyata masih ada beberapa yang belum bisa dilakukan oleh masyarakat di tingkat bawah. Khususnya dalam penggunaan dana keistimewaan.
Menurutnya yang menjadi catatan dampak langsung dari UU Keistimewaan salah satunya kucuran dana keistimewaan yang digunakan dalam pelestarian budaya, pengembangan daerah dan pembangunan fisik masih belum dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan. Baru kelompok-kelompok tertentu saja.
“Ini yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. kesejahteraan masyarakat jauh lebih penting. Dampak langsung adanya UU Keistimewaan dan Dana Keistimewaan masih belum dirasakan secara menyeluruh,”terang Heri Nugroho, Senin (31/08/2020).
Ia mencontohkan, kucuran dana keistimewaan yang turun sekarang ini masih sebatas di BKK ke APBD Kabupaten. Untuk di tingkat Kalurahan masih belum mendapatkan akses. Padahal di tingkat kalurahan sendiri justru membutuhkan mengingat potensi yang ada di kalurahan sangat banyak dan besar.
“Dana Keistimewaan sejauh ini masih belum masuk ke Kalurahan,” tambahnya.
Harapannya, dengan adanya perubahan nomenklatur dan diikuti dengan penyesuaian dan kebijakan anyar di tingkat Kalurahan dapat menggunakan dana keistimewaan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Di sisi lain kegiatan pendukung juga belum optimal. Sebagai contohnya, baru berwujud pentas seni saja, kalau untuk norma, etika, ajaran moral leluhur dan lainnya belum terlaksana. Menurut saya unggah ungguh etika dan moral sebagai orang jawa ini lah yang harus dijaga, karena ini sebagai identitas,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto mengatakan, sebagai warga DIY ia merasa bangga. Dengan demikian, diharapkan keberadaan kebudayaan di DIY akan lebih lestari kembali. Terlebih di Gunungkidul yang memiliki potensi budaya, ada tradisi dan seni yang beragam. Masih banyak program-program yang sekarang ini belum terlaksana ini menjadi pekerjaan yang harus terselesaikan.
“Secara bertahap kami harapkan program-program itu terjangkau. Misalnya kita sudah bentuk desa budaya, rintisan budaya dan kantong budaya tinggal bagaimana mengrmbangkannya untuk melestarikan potensi yang ada,”ujar CB Supriyanto.
Saat ini, pembangunan fisik dan pemberdayaan dengan berbagai kegiatan memang sudah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Hanya saja diharapkan itu menjadi lebih maksimal, sehingga masyarakat juga semakin tumbuh semangatnya untuk melestarikan budaya di tengah gerusan modernisasi yang ada.
-
Uncategorized24 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized19 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized22 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
