fbpx
Connect with us

Sosial

Siap-siap, Nanti Malam Ki Warseno Slenk dan Marwoto Kawer Tampil di Lapangan Wiladeg

Diterbitkan

pada tanggal

Karangmojo,(pidjar.com)–Memasuki usia ke 7 tahun berkiprah di dunia politik membuat Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Gunungkidul merasa perlu untuk menggelar peringatan besar. Antusiasme masyarakat Gunungkidul yang semakin besar terhadap partai besutan bos media Surya Paloh tersebut merencanakan untuk menggelar pesta rakyat. Sabtu (08/12/2018) malam nanti bertempat di lapangan Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Partai Nasdem Gunungkidul menggelar hajatan wayang kulit semalam suntuk. Sebanyak 3 dalang diundang untuk melakonkan Bimo Bangkit di mana salah satunya adalah dalang kondang Ki Warseno Sleng. Panitia sendiri juga mengundang bintang tamu pelawak kondang, Marwoto Kawer guna semakin memeriahkan suasana.

Ketua DPW Partai Nasdem DIY, Subardi menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian HUT Nasdem ke-7 yang diperingati setiap tanggal 11 November. Menurut Subardi, puncak acara sendiri telah dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah dan saat ini merupakan puncak peringatan di DIY.

Lebih jauh ia memaparkan, meski kental dengan nuansa kepartaian, namun Subardi menegaskan bahwa acara ini tidak terkait dengan kampanye.

“Acara ini murni adalah peringatan HUT Nasdem, tidak ada kampanye-kampanyean,” tandas Subardi saat jumpa pers di kantor DPD Nasdem Gunungkidul, Jumat (08/12/2018) petang kemarin.

Lantaran hal itulah dalam kegiatan ini, tak hanya kader maupun pengurus Nasdem saja yang diundang, akan tetapi juga kalangan pejabat hingga tingkat terbawah, masyarakat umum hingga lintas partai juga ikut diundang. Subardi menegaskan bahwa perayaan yang kental dengan nuansa budaya ini dipilih lantaran pihaknya menyadari bahwa pembangunan budaya adalah sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Apalagi di Gunungkidul yang saat ini tengah membangun pariwisata.

Berita Lainnya  Dari Hobi Jadi Rejeki, Dwi Sukses Ternak Burung Kecintaan

“Budaya itu mutlak penting, selain memberikan edukasi terhadap masyarakat, juga untuk mengembangkan budaya tradisional karena ini nanti menjadi salah satu modal utama pengembangan pariwisata,” tandas pria yang akrab disapa Mbah Bardi ini.

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Gunungkidul, Suparjo menambahkan, memasuki usia ke tujuh tentu tingkat kematangan dan kesiapan dari partai ini jauh lebih meningkat dibadingkan sebelum-sebelumnya. Nantinya, kegiatan ini diharapkan akan semakin mampu memperkenalkan partai ini pada masyarakat Gunungkidul.

“Wayang kulit memang kita pilih untuk memberikan hiburan, pasalnya kami bergerak dan mengacu pada budaya serta modernisasi,” kata Parjo.

Senada dengan Subardi, Suparjo menyebut bahwa budaya memang sangat penting dalam membangun kepribadian masyarakat serta ikut membangun pariwisata. Pagelaran wayang kulit ini disebutnya sebagai bentuk sinergitas antara kebijakan pembangunan pariwisata yang dilaksanakan pemerintah dan dukungan penuh dari Partai Nasdem. Suparjo mempercayai dengan sinergitas serta peran serta dari semua pihak, termasuk partai politik dalam hal ini Partai Nasdem, pariwisata Gunungkidul bisa semakin moncer dan berdaya guna bagi masyarakatnya.

“Suatu kebanggaan tentunya mengingat tidak semua daerah dapat giliran karena acak, momentnya pas di masyarakatnya banyak dan saya yakin antusiasnya luar biasa. Ini juga sekaligus mengingatkan kepada masyarakat perihal banyaknya budaya yang adiluhung di Gunungkidul,” imbuh dia.

Ketua panitia acara, Suharno SE mengatakan dalam acara in pihaknya tidak membeda-bedakan golongan yang ada. Satu tujuan yang dipegang oleh panitia yakni menghibur masyarakat yang kurang dengan hiburan merakyat serta menciptakan kerukunan terhadap sesama. Dengan adanya kegiatan seperti ini tentunya kebersamaan akan terjalin lebih erat, masyarakat dapat mengenal satu sama lain baik politisi maupun dari kalangan lain.

Berita Lainnya  Air PDAM Tak Rutin Mengalir, Warga Panggang Mulai Terdampak Kekeringan

“Kebersamaan yang kami angkat. Terbuka untuk umum, mudah-mudahan memberi dampak yang baik bagi masyarakat lah. Paling tidak wawasannya akan lebih terbuka,” imbuhnya.

Adapun tiga dalang yang akan ditampilkan pada acara ini memang tak main-main yaitu, Ki Warseno Slenk, Ki Gondo Suharno, dan Ki Amar Pradopo. Ketiganya akan melakonkan lakon Bimo Bangkit. Lakon ini juga sengaja dipilih lantaran sosok Bimo merupakan sosok yang patut dijadikan panutan lantaran keteguhan jiwanya, ketegasan dalam bertindak, serta kejujuran dalam bersikap.

Ia juga menambahkan, kepada masyarakat yang datang, panitia juga telah menyediakan sejumlah booth makanan rakyat. Booth ini disediakan secara gratis dan tanpa syarat. Seluruh masyarakat bisa ikut datang dan mengakses makanan-makanan ini.

“Ada sekitar 7000 hingga 10.000 porsi yang disediakan untuk warga masyarakat yang datang. Kita sediakan bakso, bakmi jawa, dan makanan-makanan lainnya,” tutup Suharno.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler