fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Skema Penyelamatan UKM Yang Lesu di Masa Pandemi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Wabah virus corona berdampak pada berbagai sektor kehidupan khususnya perekonomian. Saat ini, pelaku usaha kecil mikro benar-benar merasakan dampak dari pandemi global ini. Sebagian dari pelaku UKM ini bahkan sampai tak bisa menjalankan usahanya. Mengantisipasi runtuhnya sektor ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah berusaha menyusun skema untuk dapat memulihkan UKM yang terdiri dari ribuan pengusaha ini.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul, Sih Supriyana menjelaskan, berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh pemerintah, virus ini berdampak luar biasa terhadap sektor usaha masyarakat. Para pemilik UMK ini tidak bisa berbuat banyak di tengah pandemi ini. Ada yang usahanya bahkan sampai berhenti dan beragam kondisi lainnya.

Sejumlah kegiatan telah digagas oleh pemerintah untuk menbangkitkan kembali geliat usaha rumah tangga ini. Beberapa diantaranya berkaitan dengan program peningkatan kapasitas UMKM. Nantinya, pemerintah akan menekankan pada pelatihan vocasional atau ketrampilan dalam menghasilkan produk tertentu yang potensial untuk dipasarkan pada pandemi Covid 19. Langkah ini sebagai upaya untuk mengawali pemulihan usaha mikro kecil di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Usaha Keras Pemkab Gunungkidul Berantas Kejahatan Terhadap Anak Dapat Apresiasi Dari Kementrian

“Nanti kita akan adakan pelatihan-pelatihan pada pelaku usaha ini. Anggarannya dari DAK 2020,” kata Sih Supriyana, Sabtu (30/05/2020).

Menurutnya, UMK selama kurang lebih 2 bulan ini dalam kondisi vakum usaha dan vakum pendapatan. Program yang digagas oleh pemerintah ini paling tidak dapat sedikit membantu permasalahan mereka. Sehingga nantinnya para pengusaha ini dapat membidik pasar meski pandemi masih berlangsung.

Pelatihan yang akan diberikan tersebut melekat pasa promosi dan pemasaran. Saat ini pengetahuan digital marketinglah yang paling penting. Mengingat dari sektor ini pemasaran jauh lebih cepat dan jangkauannya jauh lebih luas.

“Pengetahuan digital marketing ini yang akan kami pupuk. Memang sejauh ini pelaku usaha kita masih minim yang paham mengenai pemasaran online,” tambahnya.

Disinggung mengenai stimulus bagi pelaku usaha, Sih mengatakan, sesuai dengan aturan yang berlaku, dari pemerintah tidak dapat memberikan stimulus bagi pelaku UKM. Kewenangan yang ada hanya berkaitan dengan pelatihan dan pemantauan sektor ini.

Berita Lainnya  Pasar Munggi Akan Direhab, Pemerintah Mulai Bangun Pasar Darurat

“Kita ndak ada anggaran untuk pemberian stimulan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menuturkan, selain UKM yang akan dibekali dengan pelatihan-pelatihan itu, nantinya pelaku wisata juga akan mendapatkan pelatihan tertentu. Sehingga para pelaku wisata tetap bisa mematuhi protokol kesehatan saat kran ekonimi mulai dibuka secara bertahap.

Disinggung mengenai new normal, Immawan mengatakan, sebenarnya ‘New Normal’ sudah berlangsung sejak sosislisasi Covid 19 dimulai. Di mana sebagian besar masyarakat Gunungkidul sudah mengikuti protokol Covid 19.

“Itulah modal pokok new normal itu sendiri,”tandas Wakil Bupati Gunungkidul.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler