fbpx
Connect with us

Sosial

Songsong Pilkada, Ketua Umum IKG Inginkan Bupati Asli Gunungkidul

Published

on

Jakarta,(pidjar.com)–Pilkada Gunungkidul pada 2020 ini menarik perhatian khalayak ramai maupun sejumlah tokoh masyarakat. Tak hanya tokoh masyarakat Gunungkidul saja, namun para tokoh perantauan mulai ikut urun rembug dalam harapannya terkait pemimpin Gunungkidul ke depan.

Saat ini, sejumlah tokoh mulai santer disebut-sebut maju dalam perhelatan Pilkada Gunungkidul 2020. Diantaranya yang santer masuk bursa adalah, Mayor Sunaryanta, Wahyu Purwanto, Bambang Wisnu Handoyo, Bahron Rasyid, Budi Utomo, hingga Anton Supriyadi maupun yang lainnya. Para tokoh tersebut telah sejak beberapa waktu terakhir ini bergerak di kalangan masyarakat.

Berkaitan dengan Pilkada Gunungkidul 2020 ini, Ketua Umum Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG), Edi Sukirman menyebut bahwa Pilkada Gunungkidul 2020 ini cukup krusial untuk kemajuan daerah. Ia sangat berharap Gunungkidul bisa menemukan pemimpin terbaik yang nantinya bisa menyejahterakan masyarakat Gunungkidul.

Menurut Edi, ia juga berharap agar nantinya, pemimpin Gunungkidul tersebut adalah warga asli Gunungkidul. Ia menyebut bahwa hal ini bukan tanpa alasan. Warga Gunungkidul sendiri memiliki kualitas sangat mumpuni. Terbukti dari banyaknya orang Gunungkidul yang menjadi pejabat maupun pengusaha yang sukses.

“Kalau bisa ya nanti orang-orang IKG, dari IKG banyak tokoh-tokoh yang kemampuannya tidak bisa diragukan lagi,” tandas Edi, Senin (27/01/2020).

Edi sendiri memberikan catatan bahwa IKG adalah paguyuban yang bebas dari kepentingan politik. Sehingga harapan ini merupakan pernyataan pribadinya.

“Tapi ke depan bukan tidak mungkin kita mengarahkan dukungan kepada tokoh yang dianggap terbaik untuk memimpin Gunungkidul,” imbuh Edi.

Meski demikian, sebagai komunitas perantau yang memiliki perhatian penuh kepada Gunungkidul, Edi menyebut bahwa sudah selayaknya organisasi besar seperti IKG ini memberikan perhatian kepada pemimpin Gunungkidul. Ke depan, ia akan mengajukan surat ke KPU untuk meminta izin agar nantinya bisa para tokoh IKG bisa mendengarkan paparan dari para calon Bupati.

“Kita berharap bisa mendengarkan dan mengkaji program visi dan misi para calon Bupati Gunungkidul sebelum nantinya menentukan pilihan. Kita tentu tidak ingin membeli kucing dalam karung,” urai dia.

Sementara itu, hal senada juga dipaparkan oleh salah seorang tokoh senior IKG lainnya, Gampang Harjono. Ia menambahkan bahwa pelibatan para tokoh asli Gunungkidul juga harus diperluas untuk jabatan-jabatan lainnya. Seperti misalnya dalam pemerintahan.

Saat ini ia banyak melihat para pejabat Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Gunungkidul banyak yang bukan orang asli Gunungkidul atau bahkan tidak berdomisili di Gunungkidul. Hal yang cukup mengherankan mengingat banyak pegawai yang asli Gunungkidul memiliki kemampuan yang tak kalah.

“Itu hanya contoh saja, kita ingin warga asli Gunungkidul diberikan kesempatan. Mereka layak kok,” papar Gampang.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler