fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Stok Bantuan Sembako Untuk Pasien Covid19 Gunungkidul Habis

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Bantuan sembako bagi warga yang menjalani isolasi mandiri sekarang ini nyaris habis. Dengan keterbatasan anggaran, permintaan dari pemerintah kalurahan juga mengalami peningkatan seiring dengan kembali meledaknya penyebaran covid19. Per Rabu (30/06/2021) kemarin, stok bantuan sembako di Dinas Sosial Gunungkidul hanya tersisa 8 paket saja. Sudah sejak beberapa hari lalu dinas mengajukan penambahan anggaran untuk pengadaan sembako ini.

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo mengungkapkan, awal tahun lalu Dinas Sosial Gunungkidul mengadakan 1.000 paket sembako yang diperuntukkan bagi warga isolasi mandiri. Seiring dengan melonjaknya kasus terkonfirmasi, tentunya diikuti dengan permintaan dari pemerontah kalurahan mulai mengajukan bantuan sembako bagi warganya yang tengah menjalani isolasi mandiri. Sampai dengan akhir Juni ini, paket sembako mulai habis. Saat ini, Dinsos Gunungkidul tengah mengajukan permohonan penambahan anggaran berkaitan dengan penambahan sembako.

“Sampai kemarin sore tinggal tersisa 8 paket saja. Kami (Dinas) sudah mulai mengajukan usulan pemanfaatan BTT yang ada untuk pengadaan sembako,” kata Hadi Hendro Prayogo, Kamis (01/07/2021).

Belum lama ini, Dinas Sosial mengusulkan anggaran sebesar 209 juta rupiah. Dengan rincian 200 juta rupiah untuk pengadaan 1.000 paket sembako dan 9 juta untuk biaya transportasi saat pendistribusian serta uang lelah bagi para petugas Dinsos yang turun ke lapangan.

“Untuk anggaran ini sekarang masih dalam proses, mudah-mudahan bisa dipercepat. Per paket sama kok seharga 200 ribu rupiah,” jelasnya.

Dipastikan jika ada permintaan bantuan sembako oleh pemerintah Kalurahan, pihaknya akan langsung merespon dan melakukan pendataan berapa kebutuhan dari kalurahan tersebut. Selanjutnya langsung diproses pengirimannya.

“Insya Allah bisa dipercepat,” imbuh Hendro.

Saat ini angka penambahan covid19 terus mengalami kenaikan per hari ratusan orang tercatat terpapar covid19. Bahkan yang terbaru, kemarin sore data dari dinas 311 kasus anyar bertambah lagi. Sekarang ini, selain menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, pemerintah juga menyarankan untuk pemanfaatan shelter di tiap-tiap kapanewon.

“Ada 22 shelter yang sudah terbentuk dengan memanfaatkan bagunan kosong yang tidak terpakai. Informasi yang kami terima, kemarin ada yang sudah memanfaatkan shelter untuk perawatan, yaitu di Kalurahan Petir Kapanewon Rongkop,” tambahnya.

Menurut dia, hari ini juga dilakukan rapat koordinasi antar pengelola shelter dan Dinsos DIY. Adapun kegiatan ini dimaksudkan untuk menyinkronkan data serta tata penanganan di shelter.

Lurah Petir, Sarju membenarkan adanya satu warga yang menjalani isolasi di shelter yang memanfaatkan bangunan bekas SD. Namun demikian memang sebagian dari warganya lebih memilih isolasi mandiri sebab dirasa lebih nyaman di rumah sendiri.

Berkaitan dengan kebutuhan makanan, obat-obatan dan keperluan lainnya sudah tersedia. Pemantauan dari Satgas Covid Kalurahan serta petugas medis pun juga rutin dilakukan di shelter tersebut.

“Selama ini ada 7 orang yang terkonfirmasi positif. Satu orang diantaranya memang sempat menjalani isolasi di shelter dan alhamdulillah sekarang sudah pulih. Kita memanfaatkan bangunan bekas SD, belum lama ini juga dikunjungi oleh Bapak Bupati untuk pengecekan,” ucap Sarju.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler