Sosial
Antisipasi Rapid Test Antigen Bekas, Polres Gunungkidul Tingkatkan Pengawasan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Adanya dugaan praktek pemalsuan proses rapid test antigen menggunakan alat bekas di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara menyita perhatian banyak pihak. Tak terkecuali jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul. Dengan adanya kasus tersebut, Unit Pidana Khusus bersama dengan satuan lain serta dinas terkait semakin mengetatkan pemantauan serta pengawasan di lapangan.
Kanit Pidsus Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali mengatakan adanya kejadian tersebut pihaknya melakukan pengawasan di wilayah Gunungkidul. Sebab selama ini test rapid antigen sudah bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang ada di Gunungkidul. Meski begitu, sejauh ini belum ada temuan penyimpangan layaknya didaerah lain.
“Belum ada temuan semacam itu untuk di Gunungkidul,” kata Ipda Ibnu Ali, Selasa (04/05/2021).
Ia mengatakan, jika nantinya ada hal-hal yang jangal terkait apa pun itu masyarakat dihimbau untuk melaporkan kepihak berwajib. Jika sekiranya informasi tersebut falid dan jelas tentu akan dilakukan tindak lanjut oleh pemerintah.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, layanan rapid antigen di Kabupaten Gunungkidul dapat diakses di semua rumah sakit dan puskesmas. Terkait dengan limbah alat tersebut selama ini dikelola oleh pihak ketiga.
“Jadi selama ini terkait dengan limbah langsung diambil oleh pihak ketiga. Diproses oleh perusahaan tersebut dan dimusnahkan. Untuk lokasinya di luar DIY,” ucapnya.
Berkaitan dengan pengawasan sebagai antisipasi vmalat rapid antigen yang digunakan kembali, menurutnya pengawasan dilakukan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, alat rapid antigen merupakan limbah yang masuk limbah B3 medis. Selama ini limbah tersebut disimpan dan ditempatkan sesuai dengan ketentuan. Baru kemduaian diambil oleh pihak ketiga untuk dilakukan pemrosesan terakhir.
“Pengawasan pasti dilakukan. Jadi temen-temen di faskes jangan sampai lah orang dirugikan dengan cara-cara seperti itu,” ujar Aris.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized19 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized23 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
