fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Lanjutkan Revitalisasi, Bangsal Sewokoprojo Kembali Diguyur Anggaran Ratusan Juta

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pengawasan dan pengecekan memgenai revitalisasi Bangsal Sewoko Projo terus dilakukan oleh tim pengawasan pembangunan. Beberapa hari lalu, tim dari bagian administrasi dan pembangunan kembali melakukan monitoring dan evaluasi atas pembangunan fisik yang saat ini masuk dalam masa pemeliharaan. Dalam monitoring dan evaluasi itu, masih ada sejumlah komponen yang direkomendasikan untuk dilakukan pembenahan.

Namun begitu, meski pada tahap pertama ini ada temuan negatif sehingga harus dilakukan perbaikan ulang, pada tahun 2020 ini, pemerintah kembali berencana untuk melanjutkan revitalisasi pada komponen yang dianggap perlu diganti. Anggaran ratusan juta sendiri telah disiapkan untuk proyek ini.

Kasubbag Administrasi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gunungkidul, Eko Nurcahyo memaparkan, beberapa hari lalu pihaknya kembali melakukan monitoring dan evaluasi yang kedua selama masa pemeliharaan. Pihaknya menemukan, masih ada sejumlah komponen yang perlu dilakukan perbaikan oleh penyedia jasa.

“Jadi ada beberapa hal yang masih harus ditindaklanjuti oleh penyedia untuk melakukan perbaikan dalam masa pemeliharaan ini,” kata Eko Nurcahyo, Selasa (03/03/2020).

Adapun dari hasil evaluasi yang dilakukan kemudian memunculkan rekomendasi yakni pengecatan ulang pada plafon kayu agar lebih rapi dan merata. Perbaikan talang agar jika hujan air dapat mengalir dengan baik. Pengecekan sendiri akan terus dilakukan untuk mengetahui progres perbaikan yang digarap.

“Masa pemeliharaan selama 6 bulan. Untuk perbaikan yang dilakukan kami targetkan rampung sampai dengan bulan Juni,”tambahnya.

Beberapa waktu lalu, rekomendasi yang turun adalah penggantian kayu usuk dan lainnya yang dianggap rusak, cacat dan tidak sesuai. Sejauh ini, sudah mulai dilakukan pergantian kayu-kayu tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika tahun 2020 ini akan ada lanjutan revitalisasi yang dilakukan oleb Dinas Kebudayaan Gunungkidul. Mengingat Bangsal Sewoko Projo merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan dan diharapkan menjadi icon Kabupaten Gunungkidul.

“Tahun ini ada lanjutan. Tentunya dari konsultan pengawas dan PPK ada pengawasan yang lebih agar optimal dan tidak ada kesalahan atau kejadian seperti kemarin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelestarian dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Mantara menambahkan, pada tahun 2020 ini, jajarannya akan kembali melakukan revitalisasi lanjutan. Program ini dimaksudkan agar bangunan yang menjadi icon Gunungkidul itu kembali ke bangunan dengan gaya layaknya terdahulu.

“Untuk perbaikan sendiri pada lantai utama bagian joglo bangsal dan plafon teras,” terang dia.

Dana yang disiapkan untuk revitalisasi ini senilai 200 juta rupiah, namun demikian, seiring dengan kebutuhan bisa menyesuaikan dengan kondisi perbaikan yang dilakukan. Bisa bertambah sesuai dengan kebutuhan.

Disinggung mengenai revitalisasi di tahap pertama, ia tidak menampik pengerjaan sempat menimbulkan polemik lantaran kualitas hasil pekerjaan yang kurang maksimal. Menurut dia, keluhan terkait pekerjaan sudah dilakukan perbaikan dan saat ini sudah diselesaikan oleh rekanan.

“Terkait dengan hasil pengerjaan di masa perbaikan, kami masih tunggu hasil pengecekan dari tim monitoring kabupaten. Untuk pengecekan sudah dilakukan beberapa hari lalu sehingga tinggal menunggu apakah perbaikan diterima atau tidak,” katanya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler