Pemerintahan
Sudah 33.000 Warga Gunungkidul Cairkan BST Rp 600.000
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah sekarang ini masih terus menyalurkan program bantuan untuk keluarga yang kurang mampu. Salah satu yang masih berjalan adalah penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Gunungkidul. Update data terakhir, sudah 83 persen masyarakat penerima bantuan telah mencairkan bantuan senilai Rp 600.000 ini.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendra Prayoga menjelaskan, penyaluran BST masih berjalan di masing-masing kapanewon. Data dari dinas, sampai dengan Selasa kemarin, sudah 33.149 keluarga penerima manfaat yang telah mencairkan BST. Menurut Hendro, jumlah ini adalah sekitar 83,32 persen dari jumlah keseluruhan penerima BST di Gunungkidul yang totalnya sebanyak 38.783 KPM.
Saat ini, tinggal 6.634 KPM yang masih belum mencairkan bantuan. Ditargetkan, dalam waktu dekat ini, pencairan BST bisa diselesaikan sepenuhnya.
Selain BST, Dinas Sosial bersama Bulog juga menyalurkan bantuan berupa 10 kg beras bagi penerima BST serta PKH.
“Untuk bantuan beras ada 95.371 KPM, sampai Selasa kemarin sudah 47.009 KPM yang tersalurkan. Setiap harinya pencapaian penyaluran terus kami pantau,” kata Hendra, Rabu (04/08/2021).
Bantuan Sosial Tunai yang diberikan oleh pemerintah yaitu sebesar 600 ribu rupiah. Di mana jumlah ini merupakan akumulasi bantuan untuk bulan Mei dan Juni 2021. Setiap bulannya, masyarakat menerima jatah bantuan sebesar 300 ribu rupiah.
Sementara itu, Kepala Dinsos Gunungkidul Siwi Iriyanti, menjelaskan, bantuan beras tersebut berasal dari Badan Urusan Logistik (BULOG) serta Dinsos DIY. Kuota beras yang rencananya dibagikan di Gunungkidul mencapai 953.710 kilogram. Di mana masing-masing penerima mendapatkan 10 kg beras.
“Penerima sesuai dengan aturan yang berlaku mengambil dari data penerima PKH dan BST,” jelas Siwi.
Ia mengatakan, saat ini untuk penyaluran bantuan lainnya sekarang masih sebatas bantuan sembako bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. Mereka yang mendapatkan bantuan pun juga harus diseleksi. Bagi pamong atau PNS isoman tidak mendapatkan bantuan sembako tersebut.
“Khusus untuk keluarga yang non PNS untuk bantuan sembako ini. Selama pandemi kita sudah melakukan pengadaan 2.000 paket sembako untuk 2 periode,” papar dia.
Ke depan jika bantuan sembako untuk isoman habis, Dinas Sosial akan melakukan pengajuan kembali sekitar 2000 paket. Anggarannya pun saat ini masih dilakukan pembahasan apakah bisa mengakses Danais atau menggunakan BTT dari pemerintah kabupaten Gunungkidul.
“Kita usulkan mengakses danais tapi nanti pelaksanaannya bagaimana tergantung kebijakan pimpinan,” ucap Siwi.
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
