fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tak Beri Bonus Untuk Atlet dan Pelatih Lokal Yang Berprestasi di Asian Games, Pemkab Hanya Beri Dukungan Moril

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejumlah atlet dan pelatih terbaik dari Gunungkidul beberapa waktu lalu ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan hajatan Asian Games. Hasilnyapun cukup positif. Meski harus bersaing dengan para pegiat olahraga terbaik dari Benua Asia, para pelatih maupun atlet Gunungkidul tersebut berhasil menyuguhkan yang terbaik. Sejumlah medali berhasil dipersembahkan oleh mereka. Hal ini seakan membuktikan bahwa walaupun berasal dari daerah yang semula dicap sebagai daerah tandus, dengan fasilitas seadanya, namun para atlet dan pelatih dari Gunungkidul tetap bisa berprestasi.

Diantara yang berhasil menyumbang medali Asian Games 2018 adalah dua pelatih muda Gunungkidul, Triyanto Budi Santosa pelatih cabang olahraga panjat dinding dan Ivan Budi Aji pelatih voli pasir. Meski mampu mencetak atlet-atlet luar biasa yang bisa berstatus menjadi atlet terbaik Asia, namun sayangnya hingga saat ini masih belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Jangankan untuk perekrutan ataupun penambahan fasilitas latihan di Gunungkidul, sebatas dana stimulan ataupun bonus khusus saja tidak ada.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajat Ruswandono mengakui bahwa memang tidak ada bonus khusus bagi atlet atau pelatih Gunungkidul yang berprestasi di Asian Games. Hal ini belum dapat dilakukan lantaran keterbatasan anggaran. Yang bisa dilakukan pihaknya saat ini adalah sebatas memberikan dukungan moral bagi atlet maupun pelatih.

“Belum ada memang. Kami terbentur pada anggaran yang belum mampu mengcover secara keseluruhan,” ucap Drajad Ruswandono, Rabu (12/09/2018) kemarin.

Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Gunungkidul, pembangunan kesejahteraan atlet dan pelatih lokal memang masih belum dapat dirasakan secara maksimal. Padahal prestasi yang diukir cukuplah gemilang dan juga dapat mendongkrak nama daerah.

Lebih lanjut Drajad memaparkan, kendati demikian di rancangan anggaran tahun 2019 mendatang, pemerintah memiliki gagasan untuk pengalokasian dana kepada atlet mereka yang berprestasi. Namun tentunya hal itu juga terdapat pengecualian misalnya saja mereka yang berhasil mengantongi medali emas.

“Itu juga sebagai dorongan bagi atlet-atlet untuk dapat lebih berprestasi dan meningkatkan kualitas kemampuan mereka,” imbuh dia.

Ivan bersama tim voli pantai putra yang sukses mempersembahkan medali perak dalam Asian Games 2018

Perintah daerah baik Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul beserta KONI Gunungkidul juga telah mengakomodir atlet-atlet lokal peraih emas diajang Porda tahun 2019 mendatang. Nantinya para atlet akan mendapatkan stimulan berupa uang pembinaan atau bahkan keistimewaan menjadi tenaga harian lepas (THL) di lingkup pemerintah kabupaten.

Pemberian reward semacam ini diharapkan menjadi sebuah acuan dan semangat bagi para atlet. Sehingga jika diperhatikan, para atlet berprestasi tidak akan lari dan bergabung dengan daerah lain yang memiliki kemampuan finansial lebih dalam memberikan stimulan dan fasilitas lainnya.

“Masih kami bahas dan kaji kembali terkait wacana ini. Persaingan tentu cukup ketat ya, kita buka 150 posisi ternyata yang daftar sebanyak 2.500 luar biasa sekali,” terang dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bahron Rasyid mengatakan, potensi yang dimiliki oleh atlet dan pelatih dari Gunungkidul memang cukup membanggakan. Dirinya tidak memungkiri jika pemerintah selama ini masih belum daat memberikan perhatian berupa dana stimulan bagi mereka yang berjuang layaknya di ajang Asian Games beberapa waktu lalu.

“Untuk sementara ini dari Pemkab. Mereka kan sudah dapat dari pemerintah pusat, jadi berbagi dulu kami fokus di daerah. Mudah-mudahan tahun depan atau tahun-tahun berikutnya ada lah untuk memberikan kesejahteraan bagi mereka,” tutur dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler