fbpx
Connect with us

bisnis

Tak Setor PAD Sejak 2014, Bisnis Sarang Burung Walet Gunungkidul Mandek?

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sarang burung walet menjadi sebuah komoditas yang dari dulu hingga sekarang memiliki nilai jual mahal. Di Gunungkidul sendiri beberapa tahun lalu, sarang burung walet sangatlah potensial dan sempat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gunungkidul. Namun saat ini, potensinya sangat kecil dan tidak ada pemasukan pajak dari komoditas ini. Salah satu kapanewon yang potensial adalah Kapanewon Girisubo.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto. Beberapa tahun silam, kawasan pesisir selatan menjadi daerah yang sangat potensial akan komoditas sarang burung walet. Dikarenakan kawasan ini memiliki goa dan tebing yang banyak, salah satunya adalah Kapanewon Girisubo.

Penjualannya pun juga tinggi. Selain mengambil dari goa dan tebing ternyata di rumah-rumah warga yang sekiranya ada juga diambil untuk dijual.

“Potensinya luar biasa dulu saat masih ada Dinas Kehutanan, bahkan sarang burung walet juga menyumbang PAD Gunungkidul,” terang Bambang Wisnu.

Meski dulunya pernah menyumbang PAD dan potensinya tinggi, saat ini justru sarang burung walet di Gunungkidul seolah redup. Tidak begitu terlihat mengenai aktivitas ataupun pemasukan yang didapat dari komoditas tersebut.

“Dulu harganya tinggi sekali sampai jutaan, kualitas dari sini juga bagus kok. Tapi kelihatannya sudah tidak lagi,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya. Kapanewon Girisubo dulunya menjadi daerah potensial sarang burung walet, akan tetapi sekarang ini sudah tidak lagi karena populasi burung walet sudah jauh berkurang.

“Dulu mayoritas memang di goa yang ada di tebing pantai. Sekarang populasinya sedikit dan kecil,” ucap Arif.

Sarang burung walet yang berada di tebing pantai merupakan aset Pemkab Gunungkidul. Saat ini masih belum bisa dipanen karena masih terlalu kecil dan harus menunggu beberapa waktu lagi.

“Ada kerjasama antara Pemkab Gunungkidul dengan Kalurahan Pucung mengenai potensi sarang burung walet,” jelasnya.

Kedepan dengan adanya kerjasama ini, ia berharap Girisubo akan kembali seperti dulu menjadi daerah yang potensial. Kemudian masyarakatnya bisa sejahtera dengan pengelolaan komoditas tersebut.

Sementara itu, Subbidang Pendaftaran dan Pendataan Bidang Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Endang Riyadi mengatakan saat ini tidak ada pendapatan pajak dari sektor ini. Pendapat terakhir di tahun 2014 yaitu berkisar Rp 1.000.000.

“Pajak sarang burung walet selama ini Gunungkidul tidak ada target. Terakhir PAD masuk di tahun 2014 dan sampai sekarang tidak ada,” kata Endang.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler