Connect with us

Sosial

Takut Suporter, 3 Tim Semifinalis Kompetisi Divisi Utama Tolak Lawan Puma Baleharjo

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Keberlanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI Gunungkidul yang telah memasuki babak 4 besar atau semifinal terancam suram. Pasalnya, 3 klub dari 4 klub yang lolos ke babak 4 besar memboikot pertandingan 4 besar yang tertunda lantaran persoalan izin kepolisian. Ketiga klub tersebut yaitu Mentaok FC Siraman, Logandeng FC, dan Rajawali FC Semanu menolak untuk bertanding melawan Puma FC Baleharjo. Kericuhan yang terjadi pada pertandingan terakhir pada Grup 1 yang dihelat di Lapangan Selang, Kecamatan Wonosari menjadi penyebab penolakan tersebut.

Ketua Pengcab PSSI Gunungkidul, Sabtuari mengakui bahwa saat ini tidak ada kejelasan terkait kelanjutan kompetisi Divisi Utama. Sejauh ini Mentaok FC dan Logandeng FC bersikukuh untuk menolak bertanding dengan Puma FC. Puma sendiri lolos ke babak 4 besar meski hanya menempati peringkat kedua di Grup 1 setelah protesnya terkait pemain tidak sah yang diturunkan Manunggal FC Selang dikabulkan PSSI.

Berita Lainnya  Ramai Postingan Wali Murid Keluhkan Besaran Sumbangan, Ini Tanggapan SMP N 2 Playen

“Untuk protes Puma FC dikabulkan oleh Komisi Disiplin. Suratnya sudah jadi, ini yang kemudian menjadi permasalahan dari perangkat pertandingan maupun klub lainnya,” beber Sabtuhari, Minggu (07/01/2018) siang.

Diceritakan Sabtuhari, klub maupun perangkat pertandingan menolak pertandingan melawan Puma lantaran khawatir dengan ulah pendukung Puma yang dinilai anarkis. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 tersebut, suporter Puma memang sempat berulah dengan melakukan perusakan pada sejumlah fasilitas Balai Desa Selang yang terletak tepat di depan lapangan Selang tempat pertandingan digelar. Tak hanya itu menurut Sabtuhari, suporter yang berjumlah ratusan tersebut juga sempat bersitegang dengan aparat keamanan serta melakukan pemukulan kepada salah seorang perangkat pertandingan yang memimpin pertandingan tersebut.

“Salah seorang perangkat pertandingan dilaporkan sampai dilarikan ke rumah sakit,” katanya.

Terkait dengan penolakan yang terjadi tersebut, pihak Pengkab PSSI Gunungkidul serta jajaran exco akan segera menggelar rapat darurat. Tak hanya itu, Polres Gunungkidul selaku penanggungjawab keamanan rencananya juga akan dilibatkan dalam keputusan lanjutan terkait babak empat besar kompetisi Divisi Utama PSSI Gunungkidul tahun 2017. Meski begitu, ia masih belum bisa memastikan kapan keputusan nasib kompetisi kasta tertinggi di Gunungkidul itu akan dijatuhkan.

Berita Lainnya  Dibuat oleh Anak Pejuang Kanker, 3 Karya Batik Dibeli Jokowi

Sejumlah skema, termasuk dengan memberikan gelar juara otomatis kepada tim yang tidak melakukan penolakan akan digodog dalam rapat ini. Pihaknya juga akan membahas kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan kepada Puma FC terkait rusuh suporter yang terjadi.

“Akan kita gelar segera. Namun waktunya belum kita tentukan. Kalau untuk Divisi 1 yang juga sudah masuk babak 4 besar akan diselesaikan dalam waktu dekat karena memang tidak ada masalah berarti,” ujar dia.

Sementara itu, menanggapi penolakan dari klub yang lolos tersebut, Puma FC menyerahkan sepenuhnya semua keputusan kepada Pengkab PSSI Gunungkidul untuk menegakkan aturan. Manajer Puma FC, Gatot menuturkan, penolakan yang terjadi dengan alasan ketakutan kepada suporter cukup tidak masuk akal. Sejauh ini, meski sempat terjadi ricuh, akan tetapi pertandingan pada saat melawan Manunggal FC berjalan relatif lancar. Tidak ada insiden penyerang suporter terhadap pemain lawan maupun perangkat pertandingan.

Berita Lainnya  Terjebak Kericuhan Suporter, Puluhan Pendukung Persija Asal Gunungkidul Baru Bisa Pulang Pada Tengah Malam, 1 Orang Terluka

“Tidak ada itu perangkat pertandingan yang diserang,” tegasnya.

Sebenarnya, sejak awal dia cukup mempertanyakan keputusan panitia pelaksana pertandingan grup 1 yang seperti bersikeras untuk menggelar pertandingan di Lapangan Selang. Padahal dari pihak kepolisian, merekomendasikan pertandingan untuk digelar tanpa penonton atau dipindah ke Stadion Gelora Handayani dengan pertimbangan kemudahan dalam melakukan pengamanan.

“Kalau kami siap bertanding secara fair. Juara atau tidak biar ditentukan di lapangan,” tandas Gatot.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler