Pemerintahan
Tekan Angka Kecelakaan di Jalur Tengkorak, Jalan Wonosari-Patuk Akan Dibuat 4 Lajur
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pertumbuhan industri dan pesatnya perkembangan pariwisata menjadikan tingkat mobilitas kendaraan di Gunungkidul semakin tinggi, menjadikan beban di ruas jalan Jogja-Wonosari tepatnya di Kapanewon Patuk meningkat. Tak sedikit pula kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di jalan yang kerap disebut sebagai jalur tengkorak. Hal itu kemudian mendorong pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengusulkan adanya penambahan lajur jalan di kawasan tersebut.
Kepala Sub Bagian Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum Bappeda Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, lalu lintas kendaraan pribadi dan umum di jalur utama itu semakin meningkat pesat. Kondisi jalan yang naik turun membuat jalur Jogja-Wonosari termasuk lokasi rawan kecelakaan.
Sebagai contohnya, dari data yang dipegang oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2019 terjadi 746 kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 58 orang dan luka ringan 944 orang. Sebagian dari jumlah tersebut, kecelakaan terjadi di ruas jalur tengkorak. Mayoritas kecelakaan lantaran human error, dimana faktor penyebabnya karena jalur sempit, banyaknya jalan yang menikung dan menanjak.
Berkaca pada kondisi ini, pemerintah Kabupaten Gunungkidul kemudian mengajukan adanya perluasan jalan utama yang merupakan jalan nasional penghubung antar kabupaten maupun antar provinsi itu. Perluasan jalur yang dimaksud yaitu dengan diubahnya yang sekarang hanya 2 lajur menjadi 4 lajur sehingga akses jalan lebih mudah lagi.
“Itu merupakan usulan dari Bupati ke Menteri PU. Sebenarnya kita juga sudah masukkan dalam usulan terkait dalam pembahasan trilateral antara daerah, Bappenas dan Kementerian PU,”kata Nurudin Araniri, Selasa (29/09/2020).
Nantinya jika terealisasi adanya pembangunan jalan utama menjadi 4 lajur itu diharapkan mempermudahkan lalu lintas dan sebagai pemecah kemacetan di titik-titik tertentu.
“Usulannya Jalan Patuk-Wonosari dibuat 4 lajur atau minimal di jalan yang menanjak. Kalau untuk sekarang ini dari Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional DIY akan menindak lanjuti dengan pengecekan dan pengukuran lokas,” tambahnya.
Kemudian dari hasil pengecekan itu nanti akan menjadi sebuah bahan pertimbangan apakah memenuhi persyaratan atau tidak. Sebagai salah satu bahan pertimbangannya yaitu juga berkaitan dengan ketersediaan lahan, apakah mencukupi untuk perluasan jalur atau tidak serta tidak membutuhkan pembebasan lahan, selanjutnya akan dimasukkan dalam perencanaan pembangunan pada 2022 mendatang.
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh pemkab Gunungkidul, ada 5 titik rawan yang segera memerlukan penanganan. Diantaranya di gapura pintu masuk Gunungkidul sampai jembatan Kali Pentung, ruas jalan tanjakan Putat, ruas tanjakan Sambipitu, ruas tanjakan Hutan Bunder, dan ruas tanjakan balai Kalurahan Gading sampai dengan sekitar rumah Sakit Nur Rohmah.
“Sangatlah diperlukan mengingat Kabupaten Gunungkidul mulai berkembang, industri mulai bermunculan dan tingkat aktivitas di jalan juga meningkat seiring dengan pariwisata yang menggeliat,” tambahnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Setyo Koordjijanto mengatakan, jalan Jogja Wonosari merupakan jalan nasional yang pengelolaannya merupakan ranah pemerintah pusat. Menurutnya, perkembangan jumlah kendaraan
yang melintas akan semakin meningkat seiring berkembangnya waktu, bukan tidak mungkin pelebaran jalan sangatlah diperlukan. Begitu pula rekayasa lalu lintas dengan menyediakan atau penambahan ruas jalan alternatif juga dibutuhkan.
“Harapannya ada kebijakan tepat untuk memberikan infrastruktur yang memadai, mulai dari pelebaran maupun penyediaan jalur alternatif,”sambung Setyo.
Sementara itu, KBO Lalu Lintas Polres Gunungkidul, Iptu Kusnan Priyono mengatakan karakter jalan yang banyak tikungan, naik turun, dan sempit dirasa sangat perlu adanya pelebaran. Di jalur utama sendiri selama ini memang menjadi jalur rawan kecelakaan, setiap tahunnya di titik-titik tertentu selalu terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Untuk pelebaran jalan itu pasti diperlukan,” ujar Kusnan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
