fbpx
Connect with us

Peristiwa

Terbelit Hutang, Pemuda Nekat Maling Gaplek

Diterbitkan

pada

BDG

Panggang,(pidjar.com)–Terbelit kondisi ekonomi dapat membuat seseorang nekat melakukan tindak kriminalitas. Tak pandang resiko, Bas (28) warga Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang nekat melakukan aksi pencurian di pasar palawija, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Selasa (28/05/2019) kemarin. Ia terpaksa mencuri lantaran terbelit hutang dan tidak bisa melakukan pembayaran angsuran kendaraan. Pemuda yang semula bekerja sebagai buruh lepas tersebut, harus mendekam di balik jeruji besi tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pencurian yang ia lakukan.

Kapolsek Panggang AKP Dani Purnama melalui Kanit Reskrim setempat, Aipda Andriyanto mengatakan, tindak pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB Selasa dini hari. Di jam tersebut Bas mendatangi Pasar Jowo di Girisekar, ia mengamati sejumlah pedagang palawija di pasar tersebut. Saat itu lapak milik Badarudin (39) warga Kadisobo, Desa Girimulyo lengah. Kondisi ini dimanfaatkan Bas untuk nmengangkut 4 karung berisi gaplek (singkong kering) ke kendaraanya.

Berita Lainnya  Empat Hari Pencairan, Pemancing Terseret Ombak Ditemukan Mengapung di Pantai Sadeng

Kemudian empat karung berisi gaplek seberat 170 kilogram tersebut ia bawa ke pasar Trowono untuk dijual. Di waktu yang bersamaan, Badarudin pemilik palawija mengetahui aksi yang dilakukan Bas. Badarudin yang terbalut kekesalan kemudian berusaha mencari Bas, kala itu ia temukan pelaku tengah bertransaksi dengan pembeli di pasar Trowono.

Penyergapan pun dilakukan oleh Badarudin bersama sejumlah warga lain, namun ternyata Bas mengetahui jika akan ditangkap oleh pemilik palawija ia kemudian melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi hingga pelaku baru bisa dihentikan di depan Bank yang tak jauh dari pasar.

“Ada empat karung gaplek yang dicuri oleh pelaku. Usai pelaku ditangkap oleh korbannya dan warga ia kemudian mengakui perbuatannya,” kata Aipda Andriyanto, Selasa malam.

Mendengar pengakuan tersebut warga pun geram dengan pemuda itu. Untuk menghindari terjadinya tindakan tak terduga lain, akhirnya Bas diamankan oleh pihak Polsek Saptosari agar terhindar dari amukan warga.

Berita Lainnya  Usai Diritual Kejawen, Watu Nganten Akhirnya Berhasil Dipecah

“Dapat kabar pencurian dan pelakunya telah diamankan kami langsung melakukan penjemputan di Polsek Saptosari,” imbuhnya.

Pemeriksaan intensif pun dilakukan oleh anggota polsek Panggang. Hasilnya, sementara ini diperoleh keterangan dari Bas jika dirinya beberapa hari lalu juga telah melakukan pencurian di lokasi dan korban yang sama. Ia mengambil 8 karung isi kacang koro benguk dan 2 karung jagung.

“Kerugian sebelumnya sekitar 5 juta. Sementara keterangan yang kami peroleh baru 2 aksi ini, untuk selebihnya masih kami dalami,” ujarnya.

Adapun uang hasil penjualan tersebut digunakan pelaku untuk membayar angsuran sepeda motor dan untuk membayar utang milik pelaku. Sebelumnya Bas sendiri juga bekerja sebagai buruh panggul di pasar tersebut dan hafal dengan harga jual beli palawija.

Berita Lainnya  Gegara Alarm Berbunyi, Maling Kotak Infaq Berhasil Dibekuk Warga

Karena melakukan tindak pidana yang mengakibatkan kerugiannya mencapai 5 juta dan dilakukan di tempat yang sama, dari pihak kepolisian menetapkan pasal 362 KUHP. Saat ini pelaku juga tengah menjalani pemeriksaan mendalam dan berada di ruang tahanan polsek Panggang. Barang bukti yang diamankan oleh petugas yakni 4 karung gaplek, seeda motor honda beat nopol AB 3278 GA yang digunakan untuk melancarkan aksinya, pisau stenlis serta beberapa perlengkapan yang melekat ditubuh korban.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler