Kriminal
Tergiur Jadi Orang Kaya Baru, Tiga Warga Gunungkidul Ditipu Pasutri Hingga Ratusan Juta
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tiga orang warga Gunungkidul yakni, Suparno warga Gedangrejo Kapanewon Karangmojo, Rud warga Kalurahan Kemadang, dan Agus Riyanto menjadi korban penipuan penggandaan uang senilai ratusan juta rupiah. Para korban sendiri tergiur dengan iming-iming janji manis mendapatkan uang dengan jumlah berlimpah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Oktober 2020 tahun lalu. Saat itu ketiga korban mulai berkenalan dengan DW, SY, dan GA warga Grobogan Jawa Tengah. Di mana ketiga orang tersebut merupakan komplotan pelaku penipuan.
Kendati demikian, ketiganya masih belum merasa akan menjadi korban. Mereka kemudian ditawari oleh para pelaku dengan iming-iming menjanjikan kekayaan dengan cara penggandaan uang dengan cara yang instan.
Saat itu, komplotan penipu ini melakukan ritual penarikan uang ghoib sebesar 17,6 juta rupiah dengan menggunakan media batu mustika ular. Penarikan uang ghoib ini dilakukan secara bertahap dalam waktu selama 1 bulan. Tergiur dengan imimng-iming ini, ketiga korban lantas memberikan uang tunai hingga sebanyak Rp 622 juta. Para korban berharap uang itu bisa digandakan oleh para pelaku.
Masalah mulai muncul lantaran hingga batas waktu yang telah ditentukan, ketiga warga Gunungkidul tersebut tidak kunjung mendapatkan uang yang telah dijanjikan. Berulang kali korban berusaha menghubungi DW, SY, maupun GA namun tidak ada jawaban. Bahkan justru nomor yang biasanya digunakan untuk berkomunikasi tidak lagi bisa dihubungi.
“Para korban baru merasa menjadi korban penipuan. Maka dari itu melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian,” jelas Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riyan Permana Putra, Selasa (16/03/2021).
Riyan menambahkan, setelah adanya laporan tersebut, anggota Unit Pidsus Satreskrim Polres Gunungkidul lantas bergerak melakukan penyelidikan. Diperoleh informasi bahwa BW dan SY yang merupakan pasangan suami istri tersebut berada di wilayah Grobogan. Petugas bergerak ke lokasi dan tanggal 19 Januari lalu keduanya berhasil ditangkap tanpa adanya perlawanan.
“Dari tangan pelaku kita amankan uang 50 juta rupiah, sepeda motor, handphone, dan 2 unit mobil,” imbuhnya.
Saat ini petugas masih melakukan pengembangan, apakah ada korban-korban lain di wilayah Gunungkidul ataupun kabupaten serta kota lainnya. Sedangkan untuk 1 orang pelaku lainnya atas nama GA, masih dalam proses pengejaran petugas.
“Ada satu yaitu GA yang masuk DPO (daftar pencarian orang),” sambung dia.
Terpisah Kanit Pidana Khusus Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali Puji menambahkan, uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk memperkaya diri para pelaku. Uang hasil penipuan berdasarkan pengakuan para pelaku justru digunakan untuk membeli elektronik, sepeda motor, kebutuhan sehari-hari dan 2 unit mobil. Sarana yang digunakan juga telah diamankan oleh petugas.
Pasutri ini dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara juncto pasal 55 KUHP atau pasal 372 KUHP.
“Ini menjadi pembelajaran bersama, jangan sampai masyarakat Gunungkidul masih percaya dengan praktik penggandaan uang,” tegas dia.
Tak hanya itu, jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul juga berhasil mengungkap kasus penipuan dengan lokasi dan modus berbeda. Adalah AE (31) warga Sumatera Selatan dibekuk polisi terkait dengan kasus penipuan terhadap UP perempuan 37 tahun warga Kalurahan Gombang, Kapanewon Ponjong. Pada tanggal 2 Januari lalu AE dan UP berkenalan melalui media sosial Mi Chat. Komunikasi intens dilakukan keduannya dan janjian bertemu di salah satu penginapan di Kapanewon Semanu.
Selang beberapa waktu di penginapan tersebut, keduanya kemudian jalan-jalan dan mampir ke toko Amigo. AE menyuruh UP untuk berbelanja di toko perbelanjaan tersebut. Lantaran percaya dengan pria yang baru saja dikenal itu UP kemudian menitipkan tas berisi uang dan benda berharganya ke AE.
“Saat itu UP disuruh masuk ke toko sedangkan AE berdalih mau parkir motor (milik Up) semua barangnya dititipkan. Tapi sampai beberapa waktu AE justru kabur,” ucap Ibnu.
Barulah, tanggal 8 Februari lalu polisi mendapatkan informasi jika AE berada di sebuah kos-kosan di Kebumen. Saat dilakukan penyelidikan, yang bersangkutan tidak ada. Barulah tanggal 10 Februari pelaku ditangkap di rumah mertuanya di Kabupaten Wonogiri.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
