Peristiwa
Terlambat Dapatkan Penanganan Medis, Bocah 11 Tahun Meninggal Dunia Akibat Demam Berdarah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Virus nyamuk aedes aegypti di Kabupaten Gunungkidul telah membawa korban. Satu orang bocah berusia 11 tahun bernama Sita warga Padukuhan Wareng I, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari diketahui meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah pada Jumat (10/01/2020) kemarin. Korban sendiri sempat mendapatkan perawatan di RSUD Wonosari akibat penyakit berbahaya tersebut. Sita sendiri menjadi korban pertama di Gunungkidul yang meninggal dunia akibat demam berdarah sejak tahun 2019.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Wonosari, dr Triyani Heni Astuti mengungkapkan, beberapa waktu terakhir ini, sedikitnya sudah ada 12 pasien yang opname akibat demam berdarah. Jumlah tersebut terhitung pada kurun waktu 10 hari terakhir dari 1 hingga 11 Januari 2020.
“Ini memang ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Sudah ada dua belas pasien DB padahal belum sampai setengah bulan,” ungkap dr Triyani kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sabtu (11/01/2020).
Menurutnya, pasien yang datang ke RSUD Wonosari karena penyakit demam berdarah sendiri sudah terjadi sejak Desember 2019 lalu. Bahkan pada bulan terakhir di tahun 2019 kemarin, total ada 42 pasien demam berdarah yang ditangani oleh RSUD Wonosari. Jika ditotal, selama tahun 2019 lalu, ada 297 pasien demam berdarah yang sempat dirawat di RSUD Wonosari. Namun demikian di tahun 2019 tidak ada korban meninggal.
“Semua dalam kondisi demam berhari-hari dan kami cek lab, positif kena demam berdarah,” beber dia.

Menurutnya pasien demam berdarah jika tidak telat tertangani dipastikan dapat sembuh. Pasien yang meninggal dunia disebabkan lantaran penanganan yang terlambat.
“Jika anak, remaja maupun dewasa bahkan lansia dirasa panas dan sudah terjadi berhari-hari, kami sarankan segera datang ke fasilitas kesehatan biar segera cek lab,” imbaunya.
Adapun untuk kasus meninggalnya Sita, Triyani memaparkan bahwa pasien tersebut kondisinya memburuk lantaran keterlambatan penanganan. Korban dibawa ke RSUD Wonosari sudah dalam kondisi lemah. Sehingga kemudian, pihaknya sendiri tidak dapat berbuat banyak.
“Pasien atas nama Sita yang meninggal kemarin dibawa ke RSUD sudah dalam kondisi kulit ada bintik-bintik,” jelas dr Triyani.
Pihak RSUD Wonosari sendiri saat ini dipastikan siap untuk menampung pasien akibat demam berdarah. Sperti tahun-tahun sebelumnya, kasus demam berdarah akan mencapai lonjakan pada awal tahun dan akhir tahun.
“Petugas UGD sudah kami bekali, jika menemui pasien dengan kondisi panas harus segera cek lab, kami juga memastikan ketersediaaan infus dan juga kamar inap kami menyediakan dua bangsal,” tandas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
