Peristiwa
Lubang Menganga Muncul di Tengah Telaga Dekat Sekolah
Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lubang yang muncul dari dalam tanah atau sinkhole terus terjadi di Gunungkidul. Kejadian ini sendiri sudah menyebar ke sejumlah kecamatan sejak beberapa waktu terakhir ini, terutama saat musim penghujan mulai terjadi. Kali ini, kejadian tersebut diketahui muncul di tengah telaga dekat SMK N 1 Girisubo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK N 1 Girisubo, Wagiya menceritakan, munculnya sinkhole tersebut diketahui pada Jumat (10/01/2020) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, pihak sekolah mendapat informasi dari warga terkait adanya tanah ambles di kubangan telaga memang terletak yang tak jauh dari lingkungan sekolah.
“Kebetulan ada teman yang lewat (dan memberitahu) ‘pak disana kok ada lubang’. Saya datang ke sini ternyata ada lubang di situ, ada tanah yang bergerak gitu. Saya cek ternyata memang benar,” kata dia, Sabtu (11/01/2020).
Pihaknya berharap ke depan ada penanganan lebih lanjut terkait fenomena alam ini sehingga tidak membahayakan warga dan siswa yang belajar tak jauh dari lokasi sinkhole. Sebab lokasi telaga sendiri sangat dekat dengan sekolah.
“Kita berharap ada penanganan agar siswa tenang,” ucap dia.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, paska kejadian, pihaknya langsung dilakukan pengecekan. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2013. Waktu itu air telaga tiba-tiba surut. Padahal saat itu, volume air mencapai 3/4 penuh. Namun hanya dalam waktu setengah jam volume air telaga berkurang hingga mencapai separuh.
“Kebutuhan mendesak adalah pemasangan safety line,” katanya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menutup lubang dengan batuan atau tanah namun tidak disarankan ditutup menggunakan sampah. Sebab, dikhawatirkan sampah akan masuk ke ponor dan mencemari lingkungan.
Ia menambahkan, dari data yang masuk ke BPBD sejak tahun 2017- 2018 terjadi 32 fenomena sinkhole yang tersebar di kabupaten Gunungkidul seperti di Kecamatan Semanu, Rongkop, Ponjong, Girisubo, Purwosari, Tanjungsari, Paliyan.
“Yang terbanyak ada di Rongkop sebanyak 18 kejadian sinkhole pada tahun 2018, dan tahun 2019 tidak ada kejadian karena memang curah hujannya rendah,” pungkas dia
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
