fbpx
Connect with us

Politik

Terlanjur Jatuh Cinta Pada Gunungkidul, Ipar Jokowi Nyatakan Siap Maju Dalam Pilkada

Diterbitkan

pada tanggal

Playen,(pidjar.com)–Sejumlah tokoh terus bermunculan menjelang Pilkada Gunungkidul 2020 ini. Setelah kalangan militer serta birokrat, kini muncul nama-nama lain yang diperkirakan bakal turut berkontestasi untuk merebut jabatan Gunungkidul 1 ini. Nama yang saat ini santer beredar adalah Dr. Ir. H Wahyu Purwanto MSIE. Pria berbasis akademisi ini telah mulai berkeliling Gunungkidul guna menyambangi masyarakat.

Yang menarik dari Wahyu Purwanto, ia adalah adik ipar dari Presiden Joko Widodo. Wahyu adalah suami dari adik kandung Jokowi.

Kepada pidjar.com, Wahyu menyatakan ketertarikannya untuk ikut terjun dalam Pilkada Gunungkidul 2020. Wahyu yang merupakan mantan rektor Universitas Gunungkidul ini mengaku jatuh cinta kepada Gunungkidul dengan segala pernik-perniknya. Kehidupan bersama warga Gunungkidul saat 8 tahun menjabat sebagai rektor UGK ini membuatnya sangat mengenal seluk beluk masyarakat Gunungkidul maupun potensi yang bisa digali dari segala sumber daya di Gunungkidul.

“Saya seperti memiliki panggilan untuk ikut menyejahterakan masyarakat Gunungkidul yang memiliki etos kerja yang sangat keras ini,” terang Wahyu, Sabtu (07/09/2019) pagi.

Lulusan Ehime University Jepang ini mengaku sangat serius dalam kontestasi kali ini. Sejumlah program telah ia siapkan untuk memecahkan masalah yang saat ini dialami masyarakat Gunungkidul, sekaligus juga menyejahterakan masyarakatnya. Menurutnya, ada beberapa sektor yang memang menjadi potensi Gunungkidul yang bisa digali untuk meraih tujuan tersebut. Dua diantaranya yang akan menjadi fokus perhatiannya adalah pemanfaatan tanah dan laut.

Pemanfaatan tanah dalam hal ini adalah erat kaitannya dengan sektor pertanian serta lautan. Menurut Wahyu, meski bersifat tandus, ada banyak sekali potensi pertanian yang bisa digali. Seperti misalnya optimalisasi pertanian ketela pohon yang sangat cocok dengan kontur tanah di Gunungkidul. Selama ini, pertanian ketela ini disebutnya masih belum optimal lantaran masih menggunakan cara lama yang kurang ekonomis. Dengan pengetahuan serta koneksinya, ia berencana untuk mengindustrialisasi sektor pertanian ketela ini. Dengan pengolahan menggunakan teknologi tinggi, ratusan ton ketela per harinya dibutuhkan.

“Sehingga produksi ketela petani Gunungkidul bisa seluruhnya terserap dan nilai ekonominya lebih tinggi. Kita sudah punya konsepnya,” ujar Wahyu.

Jenis tanaman lainnya yang bisa dioptimalkan oleh petani Gunungkidul adalah tanaman sere. Dengan penerapan teknologi, tanaman sere ini bisa diolah menjadi minyak asiri. Pengolahan ini disebutkannya akan sangat meningkatkan nilai ekonomi dari tanaman ini. Pihaknya juga saat ini tengah mengembangkan tanaman buah yang dengan assesemen khusus bisa berbuah sepanjang waktu. Dengan ini, produktifitas bisa ditingkatkan dan petani tak perlu harus menunggu musim berbuah untuk bisa menghasilkan.

Berita Lainnya  Ingin Ukir Sejarah, Jokowi Amin Targetkan 75 Persen Suara di Gunungkidul

“Saat ini sudah mulai kita uji coba di Kecamatan Semanu, tanamannya perkembangan cukup baik dan semoga bisa secepatnya berbuah. Kalau ini sudah berhasil, akan dikembangkan di seluruh Gunungkidul tentu saja,” urainya.

Ditambahkannya, pengembangan sektor pertanian tentunya juga akan sangat berhubungan dengan sektor pengairan. Sehingga kemudian, langkah terkait penanggulangan kekeringan yang sangat dikeluhkan oleh masyarakat ini menjadi sangat penting. Gunungkidul sendiri saat ini disebutnya sangat berpeluang lepas dari bencana kekeringan. Hal ini lantaran, ada beberapa potensi sumber air yang bisa dioptimalkan. Seperti misalnya air tanah serta sungai bawah. Berdasarkan riset, potensi debit sungai bawah tanah di Gunungkidul adalah 20.000 meter kubik per detik. Sementara yang saat ini dimanfaatkan, baru sekitar 5000 meter kubik per detik.

Selain itu juga ada sumber air bawah tanah. Ia mencontohkan, di Beji, Kecamatan Patuk, sebenarnya ada sumber air melimpah meski berkedalaman 35 meter. Dengan teknologi, hal ini tentu tidak menjadi masalah untuk mengangkatnya.

“Kita juga bisa mengolah dengan menyedot air dari Sungai Oya. Atau juga ada pula pengolahan air laut menjadi air tawar.Kalau mengolah air laut menjadi air tawar ini teknologinya memang cukup mahal. Akan tetapi saat ini sudah ada alat yang kecil juga kok, jadi memungkinkan,” bebernya.

Potensi lain yang dimiliki Gunungkidul tentu saja di sektor pariwisata. Ada berbagai konsep pengembangan pariwisata yang telah diprogramkannya ke depan untuk semakin memajukan pariwisata Gunungkidul. Secara garis besar, konsep pengembangan yang dilakukannya adalah menciptakan multiplier effect di kalangan masyarakat. Selain kawasan obyek wisata, pihaknya juga ingin mengembangkan kawasan tak terdampak obyek sebagai penyangga wisata. Nantinya, hotel-hotel maupun pendukung pariwisata lainnya bisa dibangun di kawasan kota atau non obyek wisata. Harapannya, nanti wisatawan bisa lebih lama berkunjung ke Gunungkidul sehingga dampak bagi masyarakat maupun pendapatan daerah bisa jauh lebih besar.

Berita Lainnya  Sambut Malam 1 Suro, dari Kembul Bujana Hingga Doa Bersama

“Termasuk juga kita menggenjot dan memberi ruang seluas-luasnya untuk UMKM dalam memanfaatkan pariwisata ini. Kita jangan lagi berpedoman pada jumlah kunjungan, tapi kita tingkatkan valuenya,” tandas dia.

Berkaitan dengan ini, ia mengakui bahwa dana yang dibutuhkan memang cukup besar. Keuangan daerah memang sangat tidak mencukupi sehingga diperlukan keterlibatan pemerintah pusat maupun daerah dalam membantu Gunungkidul. Ia menyebut, dengan pendekatan yang tepat, bukan tidak mungkin nantinya pendanaan dari pusat bisa masuk ke Gunungkidul dan pembangunan secara massif bisa dilakukan.

“Tapi nanti kalau perekonomian sudah berjalan, kita akan punya kekuatan finansial sendiri sehingga pembangunan secara berkesinambungan bisa terus kita lakukan untuk menyejahterakan rakyat,” paparnya.

Wahyu sendiri untuk tahapan saat ini masih fokus memperkenalkan diri kepada masyarakat. Meski mengakui sudah ada komunikasi dengan sejumlah parpol, akan tetapi menurut Wahyu hal tersebut masih dalam tahap komunikasi awal. Sejumlah parpol yang telah ditemuinya diantaranya adalah PDIP, NasDem serta Demokrat. Ke depan, ia berencana untuk menyambangi dan berkomunikasi dengan seluruh parpol yang ada di Gunungkidul.

“Saya terus terang hanya ingin menjadi calon Bupati. Karena untuk bisa lebih leluasa membangun Gunungkidul, caranya hanya itu, bukan hanya menjadi Wakil Bupati,” terang dia.

Wahyu sendiri saat ini sangat santer dikaitkan dengan Partai NasDem. Dikabarkan, partai pemilik 9 kursi di DPRD Gunungkidul ini bakal mengusung Wahyu sebagai calon bupatinya. Ketika dikonfirmasi, Ketua DPD Partai NasDem Gunungkidul, Suparjo mengaku masih belum ada komando dari pusat terkait Pilkada Gunungkidul. Sehingga pihaknya memilih akan melakukan penjaringan serta komunikasi dengan semua tokoh yang berpotensi untuk diusung oleh Partai NasDem.

“Kita ini masih menunggu perintah dari pusat. Nanti kalau sudah turun, kader di daerah tentu akan menyiapkan langkah-langkah lanjutan,” ucap Suparjo.

Dalam waktu dekat ini, Partai NasDem akan menggelar survei di kalangan masyarakat Gunungkidul. Hasil survei ini menurutnya akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan calon Bupati yang akan diusung.

“Rencananya Desember mendatang, kita tunggu saja hasilnya,” tutup Suparjo.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler