Sosial
Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Bagi-bagi Buku
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Saat ini, minat baca masyarakat di seluruh daerah tak terkecuali di kabupaten Gunungkidul masih terbilang sangat minim. Sebuah hal yang tentunya cukup memprihatinkan mengingat buku adalah jembatan ilmu. Minimnya budaya literasi ini tentunya akan berdampak bagi terhambatnya pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ada.
Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat umum dan anak-anak. Upaya semacam ini haruslah diimbangi oleh perilaku nasyarakat yang ingin pula memiliki wawasan luas dan kesadaran meningkatkan kemauan membaca. Sebuah komunitas anak muda yang perduli dengan kondisi seperti ini, berupaya untuk memberikan fasilitas agar minat baca masyarakat semakin bisa ditingkatkan.
Hampir di seluruh desa yang ada di Gunungkidul sebenarnya saat ini telah memiliki perpustakaan desa atau pusat pembelajaran. Namun demikian, nampaknya keberadaan wadah ini belum begitu optimal dimanfaatkan. Mulai dari ketersediaan buku bacaan serta kesadaran masyarakatnya dalam berkunjung atau memanfaatkan.
Membaca kondisi semacam ini, Komunitas Gunungkidul Menginspirasi kemudian mengambil langkah agar minat baca masyarakat lebih tumbuh. Sehingga wawasan warga Gunungkidul lebih terbuka dan luas kembali.
Minggu (27/01/2019) kemarin, komunitas yang terdiri dari para pemuda ini menyalurkan ratusan buah buku bacaan bagi masyarakat Gunungkidul. Ada beberapa desa yang dianggap sangat membutuhkan buku-buku agar warganya memiliki kesadaran dalam membaca. Latar belakangnya adalah Index Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah lantaran kurangnya peningkatan budaya literasi dan pendidikan.

“Kita tahu kalau membaca itu sangat penting. Meski sebagian orang sadar hal ini akan tetapi masih sedikit yang melakukannya. Pendekatan pada masyarakat sangat dibutuhkan. Salah satunya ya dengan kita memberikan prasarana semacam ini,” kata Imam Yoga, Ketua Komunitas Gunungkidul Menginspirasi, Senin (28/01/2019).

Kegiatan Buku Untuk Gunungkidul merupakan agenda rutin dari komunitas ini. Tahun 2019 merupakan aksi ketiga yang telah dilakukan. Dari 900 eksemplar buku yang terkumpul, dibagikan 5 lokasi yang membutuhkan perhatian diantaranya adalah di Sanggar Ori Padukuhan Keblak, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu; TB Pijar, Desa Candirejo; Omah Inspirasi Muntuk, Desa Mulusan; TB Lentera Permata Tanjung II, Desa Bleberan; dan Omah Inspirasi Tambakrejo, Desa Semanu.
“Baik perpustakaan mitra atau rintisan perpustakaan dari komunitas memang kami suplay buku-buku meski tidak baru paling tidak bisa menambah wawasan,” imbuh dia.
Adapun sumber dari buku-buku tersebut yakni pengumpulan bedasarkan donasi dari orang yang ingin memberikan dan membantu masyarakat untuk meningkatkan kembali budaya membaca. Hal semacam ini juga sangatlah membantu pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat Gunungkidul.
“Jangan sampai budaya membaca tergerus seiring berkembangnya waktu. Masyarakat harusnya juga paham berkaitan dengan mendapat wawasan dan ilmu tidak hanya dari melihat atau mendengar. Ini yang harus ditumbuhkan, terlebih bagi anak-anak,” tambah dia.
Sementara itu, salah satu anggota dari TB Pijar Desa Candirejo, Adhy Santoso mengungkapkan jika pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya sumbangan buku dari komunitas ini. Sehingga ia bisa lebih menekankan dan mengajarkan pada warga dan kaum muda di desa untuk lebih mengembangkan budaya literasi. Mengadopsi ide-ide atau terobosan dan pengembangan desa dan potensi yang dimiliki.
“Kami juga terus mendorong agar masyarakat tidak bosan dalam membaca. Paling tidak dari kami dulu, anak-anak dan lalu merambah ke kalangan lain,” ujar dia.
Berbagai potensi yang dimiliki di desa Candirejo telah dilirik oleh kaum muda agar nantinya dapat dikembangkan secara bersama-sama dengan pemerintah desa dan masyarakat mampu menyuguhkan hal baru yang dapat mendongkrak potensi desa. Selain itu juga meningkatkan kesejahteraan. Membaca, bersosialisasi serta belajsr hal-hal baru dianggapnya menjadi sebuah kesinambungan dalam merubah kebiasaan dan pola pikir.
“Sabtu lalu kita juga ada kegiatan berkaitan dengan upaya apa yang akan kami lakukan di kemudian hari seiring majunya daerah. Ini perlu ada yang ditekankan dan perlahan dirubah yakni kualitas sumber daya manusia. Salah satunya membuka pandangan lebar dari membaca atau mempelajar hal baru,” tutup dia.
-
Uncategorized2 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized24 jam yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized7 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Pemerintahan4 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
