fbpx
Connect with us

Info Ringan

Tujuh Negara dengan Tradisi Unik di Bulan Ramadhan

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Tradisi unik di bulan Ramadan tak hanya ada di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, negara seperti Jerman, Rusia, dan Jepang pun memilikinya. Berikut adalah  tujuh negara yang mempunyai tradisi unik di bulan Ramadan. Sangatlah mungkin setelah membaca tulisan di bawah ini, Anda pun terinspirasi untuk mengunjungi negara itu di bulan puasa nanti! Berikut lansirannya dari skyscanner.

Qatar

Di Qatar selepas berbuka puasa dan salat Maghrib setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Ramadan, berlangsung sebuah festival khusus anak yang bernama Garangaou. Di festival ini anak laki-laki akan tampil dengan baju arab hitam berompi merah bersulam emas. Sementara, anak perempuan akan berbalut pakaian tradisional disdaashas berwarna cerah lengkap dengan ikat kepala bukhnig atau hijab hitam transparan berhias benang emas. Mereka kemudian akan berpawai dan bernyanyi di sepanjang jalan sekaligus berkunjung ke rumah-rumah penduduk untuk meminta permen dan kue.

Jepang

Saat Ramadan, umat Islam di Jepang akan saling berbagi kebahagiaan dengan sesama Muslim lainnya. Tempat yang cukup ramai dan populer untuk melihat suasana itu adalah Japan Islamic Centre . Umat Islam di Jepang akan membentuk semacam panitia bulan puasa yang bertugas menyusun kegiatan yang akan digelar selama bulan Ramadan, mulai dari dialog keagamaan, majelis taklim, salat tarawih berjamaah, hingga penerbitan buku-buku ke-islaman, dan masih banyak lagi. Panitia juga menerbitkan jadwal puasa dan mendistribusikannya ke masjid, rumah keluarga Muslim, dan restoran halal yang ada di seluruh Jepang.

India

Penduduk Muslim di India menyebut Ramadan dengan Ramazan. Menjelang bulan itu, para pria akan menghiasi mata mereka dengan kohl (sejenis celak mata). Hal menarik lainnya yang terjadi adalah peningkatan penjualan bihun karena bihun merupakan menu yang sering disuguhkan saat berbuka puasa bersama dengan buah-buahan manis. Muslim India juga senang menikmati ganghui (sejenis sup yang dibuat dari terigu, beras dan potongan daging). Sementara saat sahur, umumnya mereka meminum minuman khusus yang terbuat dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang disebut harir. Di Kota Hyderabad atau wilayah Tamil Nadu dan Kerala, umat Muslim biasanya menyantap semacam bubur yang kaya rempah yang bernama haleem atau nonbu kanji.

Singapura

Pusat kemeriahan Ramadan di Singapura berada di area Masjid Sultan yang sejak tahun 1960-an selalu menyelenggarakan Ramadan Bazaar Masjid Sultan. Masjid ini selalu ramai dikunjungi oleh penduduk muslim di Singapura maupun pelancong dari berbagai belahan dunia. Di acara ini, pengunjung bisa membeli aneka makanan dari berbagai negara untuk berbuka puasa. Ada makanan ala Timur Tengah, India, hingga Indonesia. Pedagang bazar berjualan dari pukul 15.00-20.00 waktu Singapura. Puncak keramaian adalah menjelang berbuka puasa, yaitu sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Harga makanannya pun relatif murah, berkisar SGD 2-10.

Rusia

Umat Muslim di Rusia umumnya berpuasa selama 17 jam penuh dan ini merupakan salah satu durasi puasa terlama di dunia. Di Rusia kini terdapat sekitar 8000 masjid dan 20 juta umat Muslim serta dua juta diantaranya tinggal di Kota Moscow. Selain berbuka puasa dengan kurma dan buah-buahan lain, umat Muslim di Rusia juga menyantap makanan berupa roti yang terbuat dari tepung yang diisi berbagai aneka masakan. Jika isinya labu atau keju, maka disebut khingalsh dan jika terbuat dari gandum, maka disebut galnash. Sementara untuk penawar dahaga, biasanya orang memberikan kvass, yaitu sebuah minuman tradisional Rusia non-alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi yang dicampur dengan perasa buah.

Perancis

Di Couronne, Perancis, yang merupakan daerah yang banyak didiami oleh imigran asal Arab terdapat tradisi berbelanja berbagai macam pernak-pernik untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Anda dapat menemui banyak penjual pernak-pernik ini di Jalan Pierre Tumbot.

Mesir

Umat Muslim di Kairo, Mesir, memiliki tradisi unik untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Mereka akan memasang lampu tradisional di setiap rumah yang disebut dengan lampu Fanus. Tradisi ini telah munculi sejak zaman Dinasti Fattimiyah. Ketika itu, pemasangan lampu Fanus untuk menyambut kedatangan pasukan Raja yang datang berkunjung menjelang datangnya bulan Ramadan. Sementara untuk hidangan, orang paling menantikan makanan pencuci mulut bernama kunafa yang memiliki cita rasa manis. Selain itu, banyak umat Muslim Mesir yang berlomba-lomba mencari pahala dengan mendirikan tempat buka puasa gratis.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler