Pemerintahan
Upaya Pemerintah Menekan Angka Bayi Kerdil di Tengah Virus Corona
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama pandemi covid 19 ini pemerintah kabupaten Gunungkidul menaruh fokus penanganan kesehatan dan jaring pengaman sosial maupun ekonomi masyarakat. Untuk penanganan kasus ini membutuhkan konsentrasi lebih dan anggaran yang sangatlah banyak. Akan tetapi, selain fokus pada covid 19, bidang kesehatan lain yang menjadi fokus kerja pemerintah yakni berkaitan dengan kasus stunting atau bayi kerdil di Gunungkidul.
Pasalnya, selama ini kasus stunting di Bumi Handayani masih terus ditemukan. Dari pemerintah, terus berusaha melakukan penekanan angka penambahan dengan berbagai program kerja nyata. Di tengah pandemi, pemerintah juga masih terus berusaha merealisasikan sejumlah program untuk penanganan stunting. Hal ini dilakukan agar selama pandemi tidak ada pertambahan angka stunting.
Mengingat stunting sendiri ada beragam faktor pendorongnya mulai dari kemampuan ekonomi orang tua sehingga berpengaruh pada pemenuhan gizi balita, pola asuh orang tua, lingkungan dan beragam faktor lainnya.
Berkaca pada kondisi sekarang ini, banyak masyarakat yang terdampak covid 19, sehingga ekonomi tidak stabil. Tidak sedikit masyarakat yang tidak memperhatikan asupan pangan dan gizi. Tentu hal tersebut dapat berpengaruh pada kasus stunting bagi yang memiliki anak bayi.
“Kita berharap angka stunting bisa terus ditekan dengan berbagai program,” kata Sri Suhartanta, Kepala Bappeda Gunungkidul, Minggu (12/07/20220.

Bedasarkan data yang tercatat di pemerintah, prosentase stunting di Gunungkidul saat ini mencapai 17,87 persen. Jumlah ini berada di bawah prosentase di tingkat nasional. Di Gunungkidul terdapat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada sekitar 18,2 persen.
Pemerintah mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Pertanian dan Pangan memiliki program masing masing dalam penanganan stunting. Bahkan pemerintah Kalurahan pun juga memiliki andil dalam pemutusan rantai kekurangan gizi, penanganan stunting di Gunungkidul.
“Bedasarkan keputusan Bupati Gunungkidul nomor 62/2020 ada 10 Kalurahan yang menjadi lokasi fokus prioritas stunting,”jelas dia.
Diantaranya Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop; Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu; Kalurahan Terbah dan Salam Kapanewon Patuk; Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari; Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari; Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen. Kalurahan Giriwungu, Kapanewon Panggang; Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, dan Kalurahan Bendungan, Kapanewon Karangmojo.
Sepuluh kalurahan ini menjadi titik utama penanganan stunting 2020 ini. Beberapa program pemenuhan gizi spesifik mulai dari pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin terus dilakukan dan dilakukan pemantauan perkembangan dari bulan ke bulan. PMT bagi balita terutama pada 1000 hari kelahiran dan kampanye gemar makan ikan.
“Dengan demikian diharapkan gizi yang dibutuhkan terpenuhi. Dari pemerintah hanya memberi tambahan, selebihnya tentu masyarakatlah yang bisa memenuhinya,”ungkap Sri.
Program pendukung lainnya yang diberikan diantaranya pembangjnan jamban sehat, pemenuhan kebutuhan air bersih dan gmsanitasi, pertanian dalam hal ini pangan, pemanfaatan pekarangan dan program lainnya.
“Dari dinas kesehatan juga berupaya melakukan screaning di lapangan. Memberikan pemahaman bagi masyarakat, melakukan pemeriksaan dan penanganan lainnya,” tambah dia.
Sementara itu, Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sudjoko melalui Kabid Pemberdayaan, Subiyantoro mengatakan dinas pemeberdayaan dan pemerintah kalurahan juga memiliki andil yang besar dalam penanganan stunting di Gunungkidul. Adapun anggaran yang dikelola pemerintah kalurahan, salah satunya Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk penanganan stunting.
“Dana desa memang bisa digunakan untuk stunting. Seperti sekarang ini kan ada refocusing untuk penanganan covid dan pemberian BLT, sebagian juga difokuskan untuk stunting itu,” kata Subiyantoro.
Mulai dari pemberian PMT, sosilalisasi hingga pencanangan program penanganan stunting bisa.didanai dengan dana desa. Saat ini, memang stunting menjadi perhatian bersama.
“Harapannya angka stunting di Gunungkidul bisa ditekan,”tutupnya.
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal1 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa6 hari yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial5 hari yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Peristiwa3 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan2 hari yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa3 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
