Politik
Usung Tema Hilang Satu Kembali Seratus Tumbuh Seribu, PDIP Gunungkidul Buktikan Diri Masih Solid
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Momentum peringatan kerusuhan 27 Juli (kudatuli) dimanfaatkan jajaran PDIP Gunungkidul untuk menggelar rekonsiliasi. Kudatuli sendiri merupakan aksi kerusuhan yang dipicu oleh perebutan kantor DPP Perjuangan antara kubu Megawati dengan kubu Suryadi yang didukung pemerintah.
Sebagaimana diketahui, PDIP Gunungkidul menjelang Pemilu 2019 ini sempat dilanda prahara internal. Prahara berujung pada hengkangnya salah satu kader potensial PDIP yang juga menjabat Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno ke partai lainnya. Tak pelak prahara ini sempat memancing perhatian masyarakat umum, kader hingga pengurus internal PDIP Gunungkidul.
Ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menjelaskan, dalam peringatan Kudatuli yang dilaksanakan pada 27 Juli 2018 silam di obyek wisata Telaga Jonge, Pacarejo, Kecamatan Semanu, keluarga besar DPC PDIP Gunungkidul memang sengaja menyelipkan tema konsolidasi dan rekonsiliasi dalam perayaan tersebut. Pihaknya mengambil tema, hilang satu kembali seratus dan tumbuh seribu. Hal ini mengandung filosofi bahwa ideologi partai merupakan kekuatan utama dan bukan karena perorangan.
"Hilangnya kader karena kasus Kudatuli sampai berkurangnya kader karena pindah partai tidak akan mempengaruhi kebesaran partai," terang Endah, Senin (30/07/2018) siang.
Endah mengakui bahwa Suharno yang telah hengkang ke Partai Nasdem sebenarnya merupakan kader potensial. Namun demikian ia meyakini bahwa pemilih PDIP adalah pemilih fanatik idiologi partai dan bukan perseorangan. Untuk itu, ia berpendapat bahwa kecil kemungkinan kepergian Suharno akan diikuti oleh gerbong pengikutnya.

"Karena kader PDIP adalah kader ideologis, jadi kami tidak menjadikan soal. Hilang satu, kembali seratus dan tumbuh seribu," tegasnya.
Kehadiran ribuan orang banteng militant dari berbagai laskar dalam acara di Telaga Jonge sekaligus membuktikan hal tersebut. Para kader serta pendukung PDIP masih terus memberikan dukungan dan tidak terlalu terpengaruh dengan hengkangnya salah seorang tokoh teras. Kader PDIP memang dididik untuk mengikuti garis perjuangan partai dan bukan orang per orang.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengajak seluruh kader PDI Perjuangan dan masyarakat yang hadir untuk mengingat dengan mendalam peristiwa perebutan paksa kantor DPP PDI di JI Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, yang terjadi 22 tahun silam. Ia menyebut bahwa peristiwa tersebut merupakan rekayasa politik orde baru untuk membungkam demokrasi arus bawah dengan kekerasan.
Dengan mengingat betapa berat perjuangan para pendahulu yang harus mendapatkan kekerasan dari rezim ini, sudah sepantasnya diteruskan oleh kader masa kini PDIP dengan perjuangan penuh dalam membesarkan partai. Salah satunya yang paling konkrit adalah berjuang semaksimal mungkin pada Pemilu 2019 mendatang. Para Caleg maupun kader diharapkan bisa turun ke bawah guna menjaring suara.
“Kita buktikan bahwa PDIP adalah partai besar,” tandas dia.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
