fbpx
Connect with us

Pariwisata

Virus Corona Merebak, Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun Hingga 70%

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)-Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke kabupaten Gunungkidul mengalaki penurunan yang sangat signifikan. Merebaknya virus corona di seluruh dunia menjadi biang penyebab dari penurunan ini. Adapun penurunan drastis ini tak hanya terjadi di Gunungkidul saja, melainkan juga merata di Indonesia. Saat ini, memang banyak negara yang mulai mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya untuk bepergian ke luar negeri.

Penurunan jumlah wisatawan asing ke Gunungkidul memang terjadi sejak maraknya kabar perihal menyebarnya virus Corona pasca temuan pertama di Tiongkok. Data yang ada. penurunan yang terjadi bahkan mencapai 60 sampai dengan 70 persen. Penurunan ini menjadi pukulan cukup parah bagi obyek-obyek wisata yang selama ini memang dibanjiri oleh wisatawan asing.

Salah satu obyek wisata di Gunungkidul yang didominasi oleh wisatawan mancanegara adalah Pantai Timang. Penjaga Pos Pantai Timang, Henry mengatakan, sejak merebaknya virus corona, Pantai Timang menjadi sepi pengunjung. Jika pada hari biasa kunjungan wisatawan yang didominasi wisatawan asing bisa mencapai 200 orang, dalam 3 bulan terakhir ini hanya sampai di angka 80 orang per harinya.

“Dampak ekomoni yang kami rasakan luar biasa sekali, biasanya ramai sekarang sangat sepi,” keluh Henry, Kamis (05/03/2020).

Di Pantai Timang menurut Henry, sebagian besar wisatawan datang dari Malaysia dan Singapura. Selain kedua negara itu, masih ada sejumlah wisatawan dari negara-negara lainnya yang juga berdatangan ke obyek wisata yang memang viral di media sosial tersebut.

Berita Lainnya  Pamit Menginap ke Rumah Teman, Pelajar SMP Menghilang Tanpa Kabar

“Ada juga dari China, tapi tidak terlalu banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono menambahkan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari lapangan khususnya para pengelola obyek wisata minat khusus. Obyek-obyek wisata itulah yang selama ini memang menjadi magnet bagi para wisatawan manca negara. Dari data yang terlaporkan, pasca menyebarnya wabah corona ke seluruh dunia, kunjungan di Goa Jomblang dan Pantai Timang yang memang ada penurunan yang luar biasa. Menurut Hary, penurunan yang terlaporkan yakni sekitar 60 sampai dengan 70 persen.

“Ada informasi dari pengelola, mengenai penurunan kunjungan wisatawan mancanegara,” terang Harry Sukmono.

Hal itu berbanding terbalik dengan kunjungan secara umum. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kunjungan umum ada peningkatan. Di mana pada bulan Januari tahun 2019 mencapai 211.745 pengunjung, bulan Februari 159.250 pengunjung. Sementara di tahun 2020 ini pada bulan Januari mencapai 406.020 pengunjung dan di bulan Februari mencapai 176.435 wisatawan umum.

Koordinasi dengan lintas organisasi perangkat daerah baik di tingkat kabupaten maupun provinsi pun dilakukan untuk membahas mengenai penurunan kunjungan wisatawan di wilayah Gunungkidul maupun upaya penanganan ataupun antisipasi virus corona atau covid-19 ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo mengatakan guna meminimalisasir dampak negatif atas persebaran virus corona, langkah pertama yang dilakukan Pemda DIY adalah dengan mengoptimalkan pemeriksaan-pemeriksaan di pintu masuk seperti stasiun kereta api dan bandar udara.

Berita Lainnya  Serangan Landak Hancurkan Ladang Pertanian, Warga Berburu Hingga ke Goa-goa

Kerjasama dengan PT Angkasa Pura, stasiun, bandara dan industri lain di dalamnya telah dilakukan oleh dinas. Bahkan untuk gerak cepat sejak mewabahnya virus ini di sejumlah negara, pemerintah yang bekerjasama dengan PT Angkasa Pura I juga telah membuka posko kedaruratan atau crisis center. Posko yang berada di Terminal B kedatangan ini melakukan pemeriksaan intensif terhadap penumpang yang baru datang terutama untuk penerbangan internasional.

“Kerjasama sudah dilakukan dan diterapkan. Di sana juga ada informasi tentang persebaran penyakit ini. Edukasi di dalam kereta maupun di tourism information yang ada di Stasiun Tugu, kami juga punya outlet di sana,” katanya.

Singgih mengatakan virus Corona baru muncul pada Januari 2020. Pada saat tersebut wisata di DIY sedang masa low season. Di mana kunjungan wisman atau turis hanya sedikit, itu terhitung mulai pertengahan Januari dan diperkirakan sampai dengan bulan April mendatang.

Dampak dari munculnya virus ini belum terlalu signifikan. Ia juga tidak memungkiri jika ada beberapa agen travel yang mendapatkan pembatalan jadwal berwisata. Ada juga yang kemudian melakukan penjadwalan ulang untuk pertengahan tahun seperti Juli-Agustus.

“China tidak.mendominasi kunjungan ke DIY. Masih berada diperingkat 6 setelah Malaysia dan Singapura,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler