fbpx
Connect with us

Pariwisata

Warga Setempat Banyak Terpapar Covid, Pemkal Giricahyo Tutup Obyek Wisata

Diterbitkan

pada

Purwosari,(pidjar.com)–Pengelola obyek wisata Paralayang Watugupit bersama Pemerintah Kalurahan Giricahyo sepakat menutup sementara obyek wisata. Penutupan tersebut akan dilakukan selama 14 hari ke depan. Kebijakan ini terpaksa ditempuh dikarenakan ada puluhan orang di Kalurahan Giricahyo yang terpapar covid19. Sebagai upaya meminimalisir terjadinya penularan yang semakin meluas, maka disepakati untuk penutupan sementara waktu.

Carik Giricahyo, Supri mengungkapkan, penutupan obyek wisata Paralayang Watugupit ini merupakan hasil koordinasi Satgas PPKM dan Dinas Pariwisata. Sebab di wilayah obyek wisata tersebut, ada beberapa orang yang dinyatakan positif covid19. Sementara para pelaku wisata juga masih ada yang menunggu hasil tes PCR. Penutupan obyek wisata Paralayang Watugupit dimulai sejak 24 Juni 2021 kemarin sampai dengan 14 hari ke depan.

Berita Lainnya  Tetangga Tak Berani Antar, Warga Saptosari Dijemput Petugas RSUD Berpakaian 'Astronot'

“Ada beberapa yang saat ini melakukan isolasi mandiri. Jadi keputusan bersama agar tidak semakin meluas, maka ditutup terlebih dahulu,” jelas Supri, Sabtu (26/06/2021).

Ia menjelaskan, di Giricahyo sendiri saat ini ada 21 orang yang terpapar covid19. Mereka tersebar di 6 padukuhan. Tracing sendiri terus dilakukan oleh petugas satgas, termasuk menyasar pelaku usaha di Paralayang.

“Ini ada klaster pekerja dari Jogja dan ada klaster hajatan yang berada di Padukuhan Gabuk (Paralayang). 50 orang kita lakukan tracing,” imbuhnya.

“Penyemprotan dan sterilisasi juga dilakukan oleh padukuhan masing-masing,” sambung dia.

Disinggung mengenai penutupan obyek wisata di Bantul pada hari Sabtu dan Minggu, ia mengatakan hal tersebut cukup berdampak pada jumlah kunjungan ke Paralayang. Sebab mayoritas pengunjung berasal dari wilayah barat yang masuk melalui pintu Parangtritis.

Berita Lainnya  Lurah Jetis Positif Covid-19, Puluhan Pamong Kalurahan Jalani Swab Massal

“Sekitar 70 persen penurunannya. Tapi ada juga saat itu wisatawan yang lewat jalur di Gunungkidul. Untuk sekarang kan kami tutup karena situasi dan kondisi covid19 di wilayah kami,” tambah Supri.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan meski kawasan wisata di Kabupaten Bantul ditutup pada hari Sabtu dan Minggu namun hal tersebut tidak berpengaruh ke Gunungkidul. Tidak ada lonjakan pengunjung di Bumi Handayani.

Data yang ada, pada hari Sabtu sebelumnya (12/6/2021), jumlah pengunjung ke Gunungkidul mencapai 13.221 orang. Berikutnya, pada hari Minggu (13/6/2021) tercatat ada 24.452 pengunjung. Kemudianpada hari Sabtu (19/6/2021), angka kunjungan wisata ke Gunungkidul mencapai 8.055 orang, hari Minggu (20/6/2021) jumlahnya mencapai 16.360 pengunjung.

Berita Lainnya  Kekeringan Melanda, Jamaah Masjid Kawasan Selatan Mulai Kelabakan Cari Air Bersih Untuk Beribadah

“Tidak ada peningkatan dibandingkan sebelumnya. Mengingat kondisi pandemi yang grafiknya kembali meningkat,” ucap Harry.

Sebelumnya Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan jika dalam satu kawasan pariwisata masuk zona merah, pihaknya tidak segan akan melakukan penutupan pada kawasan tersebut. Sedangkan kawasan lainnya tetap diperbolehkan untuk buka.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler