Uncategorized
872 Petani Tembakau Gunungkidul Segera Dapat Bantuan Langsung Tunai, Segini Nilainya
Wonosari,(pidjar.com)– Sebanyak 872 petani dan buruh tembakau di Kabupaten Gunungkidul akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahun 2026. Saat ini, data by name by address keluarga penerima manfaat telah diterima oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan persiapan melalui pembekalan mulai dilakukan oleh dinas.
Plt Sekretaris Dinsos PPPA Gunungkidul, Suyono mengatakan, berdasarkan hasil vetifikasi yang dilakukan oleh petugas, ada 872 KPM yang berhak menerima BLT DBHCHT. Total anggaran yang dialokasikan untuk pemberian bantuan tersebut sebesar Rp401.120.000.
“Masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp460.000,” ucap Suyono.
Menurutnya, penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung satu kali dalam setahun pada Triwulan IV. Tahun ini diperkirakan akan diberikan pada November hingga Desember 2026.
“Alokasi anggaran sesuai mandatori pusat bisa naik turun,” jelasnya.

Tiga hari terakhir, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul menggelar sosialisasi dan pembekalan bagi calon penerima BLT DBHCHT diantaranya di Ngawen, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin; dan Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari.
“Pembekalan dilakukan sebelum penyaluran bantuan agar para penerima memahami mekanisme penyaluran sehingga dapat meminimalkan kesalahan administrasi maupun potensi penyalahgunaan bantuan. Materi yang disampaikan meliputi tujuan program, kriteria penerima, mekanisme penyaluran bantuan, hingga hak dan kewajiban penerima manfaat,”jelasnya.
Menurutnya, program tersebut bertujuan membantu mengurangi beban ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor pertembakauan, khususnya petani tembakau dan buruh tani tembakau.
Selain itu, program bantuan tersebut juga sebagai perlindungan sosial bagi petani dan buruh tani tembakau dapat semakin optimal, sekaligus memberikan dukungan terhadap keberlanjutan sektor pertembakauan sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat di daerah tersebut.
“Diharapkan bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan para petani tembakau di Gunungkidul. Saat ini petani tembakau tersebar di sejumlah kapanewon seperti Ngawen, Semin, Wonosari, Purwosari, dan beberapa wilayah lainnya,” kata Suyono.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized1 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
