Sosial
Tepis Berita Bohong Dengan Deklarasi Anti Hoax, Bupati Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Memasuki tahun politik 2018 dan Pilpres 2019, kemungkinan maraknya ujaran kebencian (hate speech), berita bohong (hoax) dan SARA cukup dikhawatirkan. Hal itu lantaran ujaran kebencian melalui hoax kerap dimanfaatkan dalam kampanye hitam untuk menyerang lawan politik. Jika dibiarkan, tentu akan menimbulkan perpecahan terhadap publik.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar deklarasi anti hoax di Kawasan Pantai Nguyahan, Kecamatan Saptosari, Sabtu (10/03/2018). Deklarasi yang mengajak tokoh agama dan anggota kepolisian ini dimaksudkan agar masyarakat bisa menyaring informasi yang masuk serta menepis informasi yang berbau fitnah maupun hasutan kebencian.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, media sosial saat ini rentan terhadap hoax dan ujaran kebencian. Pasalnya, saat ini banyaknya pengguna media sosial membuat para oknum tak bertanggung jawab memanfaatkannya untuk memecah perdamaian.
Potensi ini pun berpeluang terjadi pada Pilpres 2019 mendatang. Dilihat dari pengalaman pilkada DKI Jakarta sebelumnya, hate speech dan SARA menjadi metode berkampanye hingga menimbulkan perpecahan dan deskriminasi.
“Saat ini media sosial menjadi sangat krusial sehingga adanya ancaman-ancaman baru cenderung ke media sosial. Oleh sebab itu, untuk masyarakat agar tidak mudah membagikan berita yang belum diketahui kebenarannya kepada orang lain,” tutur Bupati.

Mencuatnya persoalan ini, Bupati menilai perlu adanya pendeteksian dini oleh aparat agar persoalan ujaran kebencian berbau SARA hingga menimbulkan hoax tidak terjadi dan berdampak berkepanjangan. Dalam hal ini, ia meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penyebar berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam tindakan provokatif yang bisa menggiring ke dalam perpecahan. Pasalnya dikhawatirkan ujaran kebencian semakin marak digunakan sehingga konstelasi politik di Indonesia menjadi kurang sehat.
“Kami menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing atau terprovokasi. Media sosial diharapkan menjadi alat komunikasi yang baik dan silaturahmi,” imbuh Bupati.
Sementara itu, Wakapolres Gunungkidul, Kompol Verena Sri Wahyuningsih menambahkan, penyebaran hoax sudah menjadi musuh negara dan musuh agama karena menganggu keharmonisan dan membuat polarisasi di masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya akan menindak tegas penyebar-penyebar hoax sesuai dengan hukum yang berlaku.
Selain itu, Kompol Verena juga mendorong agar masyarakat lebih positif dalam menggunakan media sosial. Ia mengajak masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi terlebih dari sumber yang tidak memiliki identitas atau kedudukan yang jelas.
“Saat ini hoax semakin berkembang khususnya di media sosial. Jangan sampai persebaran hoax menimbulkan ujaran kebencian di kalangan masyarakat,” ujar Wakapolres.
-
Info Ringan7 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
