Pariwisata
Berteman Dengan Alam Sungai Oya Bersama Keluarga di Watu Tumpeng
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berwisata ke Kabupaten Gunungkidul tak melulu harus ke pantai selatan atau ke Goa Pindul yang memang telah menjadi trademark pariwisata Gunungkidul. Ada pilihan lain yang patut dijajal oleh para wisatawan. Salah satunya adalah obyek wisata Watu Tumpeng yang terletak di kawasan perbatasan Playen dengan Dlingo, Kabupaten Bantul. Eksotisnya suasana tepi sungai di aliran sungai Oya yang melintas di kawasan tersebut bisa menjadi alternatif untuk melepas penat. Selain panorama khas aliran sungai berkapur dengan banyaknya bebatuan, pengunjung juga bisa menjajal wisata river tubing di aliran sungai terbesar di Gunungkidul tersebut.
Ketua Pokdarwis River Tubing Watu Tumpeng, Ismail mengungkapkan, sebenarnya obyek wisata ini telah dibuka dan dikenbangkan sejak beberapa tahun lalu. Sayangnya saat terjadi badai Cempaka pada akhir tahun 2017 lalu, obyek wisata yang ia rintis ini porak poranda. Lama vakum, akhirnya para pemuda setempat kembali tergerak untuk mengembangkan obyek wisata susur sungai di kawasan perbatasan.
“Berbagai pertimbangan yang mendorong kami untuk kembali bangkit mengembangkan obyek wisata Watu Tumpeng. Memang butuh biaya yang tak sedikit memang tapi kami gigih untuk mulai berkembang lagi. Untuk modal kita (pemuda) patungan seadanya,” ucap Ismail, Minggu (02/06/2019).
Lebih lanjut ia paparkan, perjuangan melakukan perbaikan fasilitas dan sarana prasarana yang semula telah ada dan mengalami kerusakan maupun hilang dipaparkan Ismail bukanlah hal yang mudah. Tekad besar harus kembali dipupuk oleh para pemuda yang ingin pemberdayaan masyarakat dan pembangunan melalui pariwisata lebih maju kembali. Berkaca pada sebelumnya, segala kualitas fasilitas lebih diperbaiki kembali.
“Mulai dari ban, kamar mandi dan beberapa fasilitas lain sudah kami siapkan. Kembali merajut harapan yang luar biasa dari obyek wisata Watu Tumpeng,” tambahnya.

Adapun daya tarik dari obyek wisata Watu Tumpeng ini yakni pengunjung bisa menyusuri aliran sungai Oya dengan mengunakan ban atau yang biasa dinamakan river tubing dengan panjang lintasan 800 meter. Aliran air sungai yang cukup deras dan dengan karakter sungai yang menantang bisa memancing adrenalin para pengunjung. Selain itu, wisatawan juga bisa menyimak pemandangan alam yang sangat indah di tepi sungai.
Untuk keamanannya sendiri, para pengunjung tak perlu khawatir lantaran pengelola sangat mengutamakannya. Dijamin usai menjajal wahana ini pengunjung akan ketagihan dan terkesan..
Selain itu, pihak pengelola juga menyediakan perahu ketinting yang beroperasi setiap sore. Bagi yang hobi fotograpy kawasan ini sangat cocok untuk menyalurkan hobi mereka. Sensasi lainnya, para pengunjung jika ingin berenang juga diperbolehkan. Terdapat satu spot track river tubing yang aman digunakan untuk berenang.
“Ada satu trek yang bisa digunakan untuk berenang, airnya jernih dan seger, batuan di sekelilingnya mempercantik pandangan. Sekitar 200 meter untuk panjang lintasan ini,” imbuh dia.
Bagi wisatawan yang gemar memancing ada satu spot pula yang dapat digunakan untuk memancing yakni kedung selindu.
Tak perlu khawatir jika sudah selesai menikmati segala wahana yang ada di obyek wisata Watu Tumpeng, jika ingin menikmati indahnya pesona lain seperti air terjun di kawasan ini dekat dengan obyek wisata air terjun Watu Layah dan air terjun Sri Gethuk. Sehingga pengunjung sekali jalan bisa menikmati 2 hingga 3 obyek wisata.
“Kami manfaatkan sungai Oya yang melintas di daerah kami karena kami melihat sebenarnya ada potensi yang ada luar biasa. Dekat dengan 2 kabupaten karena letaknya yang berbatasan langsung jadi keuntungan kami,” ujar dia.

Sementara itu, salah seorang anggota Pokdarwis, Harun Arrasyid menambahkan bahwa obyek wisata yang ia kembangkan ini menjadi sumber semangat warga masyarakat, khususnya para pemuda setempat yang memang memilii komitmen tinggi untuk ikut dalam memajukan pariwisata di Gunungkidul. Dari situ, meski sempat vakum namun akhirnya diputuskan untuk bangkit kembali. Perbaikan sarana prasarana sendiri telah dilakukan sejak sekitar 1 bulan lalu. Sekarang ini tahapannya menurut Harun tinggal finishing saja dan bisa dimanfaatkan.
Dari pengelola menargetkan paling tidak hari pertama lebaran obyek wisata ini telah dibuka dan dikunjungi oleh para wisatawan. Untuk biaya sendiri dipatok 45 ribu per orang.
“Mudah-mudahan efeknya dapat dirasakan tidak hanya pengelola saja, tapi masyarakat setempat juga terdorong untuk membuat inovasi lain, misalnya olahan makanan atau keterlibatan lain lah,” imbuhnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
