Pemerintahan
Ribuan Pengangguran di Gunungkidul Disasar Kartu Pra Kerja
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kementerian Tenagakerja Republik Indonesia telah menyiapkan 2 juta kartu pra kerja sebagai tindak lanjut dari program pemerintah pusat. Lantaran kuota yang terbatas tersebut, tidak semua pengangguran akan mendapatkan kartu pra kerja.
Data dari BPS Kabupaten Gunungkidul sendiri, pada tahun 2018 terdapat 9.429 orang warga yang masuk dalam kategori pengangguran terbuka. Dengan adanya kartu pra kerja di Kabupaten Gunungkidul nantinya akan membantu para pengangguran terbuka untuk mendapatkan program bantuan pengembangan skill.
“Wacana dari pemerintah pusat masyarakat yang memenuhi kriteria bisa mendaftar untuk mendapatkan kartu pra kerja,” kata Kepala Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul, Aris Suyanto kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Senin (22/07/2019).
Karena kuotanya yang terbatas, pihaknya akan menyeleksi secara ketat terkait pendistribusian kartu ini. Diharapkan nantinya program ini tidak salah sasaran.
“Masyarakat yang merasa butuh harus pro aktif saat program ini nantinya dirilis,” ujarnya.

Aris menambahkan, pada dasarnya, konsep kartu ini nantinya akan dibagi menjadi tiga jenis. Pertama mereka yang baru lulus sekolah atau kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan. Yang kedua adalah mereka yang sudah bekerja namun ingin mendapatkan skill tambahan sementara yang ketiga adalah mereka yang menjadi korban PHK kemudian ingin mendapatkan pekerjaan baru.
“Namun untuk kuota daerah seperti apa, petunjuk teknisnya yang lebih detail menunggu kalau kabinet di pemerintahan yang baru sudah dilantik. Kami tunggu perundang-undangannya dan kami kaji bagaimana nanti jika diimplementasikan ke daerah,” tandas Aris.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D, DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengaku, pihaknya menyambut baik wacana kartu pra kerja dari pemerintah. Ia berharap program ini menyasar bagi lulusan SMA SMK maupun perguruan tinggi yang masih menganggur.
“Karena ini program baru, quota terbatas mungkin ya agak ribet. Kita tunggu dulu petunjuk teknisnya. Harapannya bantuan itu benar-benar bisa untuk biaya kursus sehingga menambah kompetensi pencari kerja kita,” tandasnya.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
