Info Ringan
Tujuh Tips Memilih Bahan untuk Sprei
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Umumnya saat membeli barang-barang untuk keperluan kamar tidur, orang menghabiskan banyak waktu untuk meneliti bantal dan kasur, tapi soal sprei, mereka akan membeli yang termurah yang bisa mereka temukan. Membeli sprei murah merupakan kesalahan besar karena sprei memiliki pengaruh yang besar atau sama pentingnya pada kenyamanan tidur. Namun perhatikan beberapa bahan sprei berikut ini supaya Anda tidak salah dalam membeli beli sprei yang nyaman.
Katun
Katun sangat populer yang digunakan untuk membuat sprei dan benda keperluan tidur lainnya karena alasan yang baik. Bahan ini tahan lama, breathable atau memiliki kemampuan bernafas, lembut, mudah dirawat, dan pada umumnya harganya cukup terjangkau. Katun memiliki beragam jenis yang berbeda.
Katun Mesir
Katun Mesir merupakan varietas paling mewah. Jenis ini bisa Anda pilih jika Anda menginginkan sprei super lembut dan berkualitas tinggi. Bahan utamanya tumbuh di iklim yang hangat dan kering di Afrika Utara. Kapas Mesir mempunyai serat ekstra panjang yang menghasilkan kain paling lembut dan halus.
MicroCotton
Bahan sprei ini merupakan merek dagang dari benang katun sangat halus yang dikembangkan di negara India. Katun tahan lama ini dibuat dari serat kapas yang panjang, sangat lembut dan memiliki daya serap yang tinggi.
Katun Jersey
Nama bahan ini mengacu pada sprei yang terbuat dari kain katun rajutan dan bukan tenunan. Pada dasarnya katun Jersey merupakan kain yang sama dengan yang digunakan pada kaus katun, jadi Anda pasti akan menyukainya jika Anda menikmati kaus katun yang lembut.
Flannel
Bahan yang merupakan bahan utama untuk musim yang dingin ini adalah kain katun yang telah disisir agar seratnya mengembang. Hasilnya adalah kain yang sangat lembut dengan permukaan kain yang memerangkap panas tubuh, sehingga membuat kain flanel memiliki kualitas hangat dan nyaman.
Tencel
Bahan kain ini terbuat dari serat selulosa dari pohon kayu putih. Dikembangkan pada tahun 1972, tencel menjadi populer sebagai alternatif katun. Kelebihan bahan ini umumnya dianggap lebih ramah lingkungan, karena dibuat dari pohon yang tumbuh cepat dan berkelanjutan, dan dibuat menggunakan apa yang disebut “proses loop tertutup”, artinya tidak ada bahan kimia bocor ke ekosistem sekitarnya. Selain itu tencel juga lembut dan sangat dingin, menghilangkan kelembaban dari kulit, dan sangat awet dan tahan lama. Kekurangannya, bahan ini terlalu halus dan licin, kurang kaku. Tencel juga bisa lebih rentan terhadap jamur dikarenakan kualitas hidrofilik dari seratnya. Harga bahan ini bisa lebih mahal dari katun 100%.
Serat Bambu
Bahan ini sering direkomendasikan untuk “hot sleeper”, yaitu orang yang selalu merasa kepanasan saat malam hari. Bahan serat bambu yang hypoallergenic ini secara alami lebih breathable dan mengatur suhu lebih baik dibandingkan sprei katun. Bahan serat bambu yang populer ini juga dibuat dengan campuran microfiber sehingga lebih breathable dengan nuansa ringan dari khas microfiber. Karena dibuat dengan campuran microfiber, bahan serat bambu tidak akan mudah kusut dibandingkan dengan kebanyakan sprei serat bambu di pasaran. Orang-orang hot sleeper merasa kalau bahan ini paling lembut dan membuat mereka tidak kegerahan saat tidur di malam hari.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Budaya15 jam yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
