Uncategorized
Bertahun-tahun Membeli Air, Warga Pudak Akhirnya Punya Sumber Kehidupan Sendiri
Patuk,(pidjar.com)-Musim kemarau selama ini bukan sekadar perubahan cuaca bagi warga Padukuhan Pudak RT 09/RW 05, Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk. Kemarau selalu identik dengan kecemasan. Saat sumber air mengering, mereka harus mencari cara agar keluarga tetap bisa memasak, mandi, hingga sekadar mendapatkan air minum.
Tak sedikit warga yang terpaksa membeli air bersih seharga Rp240 ribu per tangki. Pengeluaran itu menjadi beban berat, terutama bagi keluarga yang mengandalkan penghasilan pas-pasan. Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah setelah bantuan sumur bor diresmikan pada Jumat (31/7/2026).
Program yang digagas Komunitas Sedulur Sosial bersama Sedekah Jariah Air dan AMAL SHOLEH itu menjadi harapan baru bagi sekitar 150 kepala keluarga yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman kekeringan.
Pimpinan Sedekah Jariah Air, Ari Wibowo, mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya mudah diakses oleh masyarakat.
“Kami datang karena melihat kebutuhan warga yang sangat mendesak. Selama ini mereka harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk mendapatkan air. Harapan kami sederhana, semoga sumur bor ini benar-benar menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, dimanfaatkan bersama, dirawat, dan mampu mengurangi beban mereka setiap musim kemarau,” kata Ari.

Menurut Ari, bantuan tersebut bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi juga menghadirkan kepedulian agar masyarakat tidak lagi dihantui kesulitan memperoleh air bersih.
Sementara itu, Kepala Dusun Pudak, Ani Kurnianingsih, mengaku bantuan tersebut menjadi jawaban atas harapan panjang warganya.
“Kami sangat bersyukur. Selama bertahun-tahun setiap kemarau warga selalu bertanya bagaimana mendapatkan air, bahkan harus menyisihkan uang yang tidak sedikit untuk membeli air tangki. Hari ini mereka bisa tersenyum karena sudah memiliki sumber air sendiri. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan yang telah membantu. Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” ujar Ani.
Bagi masyarakat Padukuhan Pudak, air yang kini mengalir dari sumur bor bukan hanya menghapus biaya pembelian air tangki, tetapi juga mengakhiri kekhawatiran yang selalu datang setiap kali musim kemarau tiba. Kini, mereka memiliki harapan baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized1 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
