Uncategorized
BMKG Prediksi Hujan di Gunungkidul Baru Turun Desember, Ini Penjelasannya
Wonosari, (pidjar.com) – Stasiun Klimatologi DIY memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di wilayah Kabupaten Gunungkidul baru akan terjadi pada Desember 2026 mendatang. Kemarau panjang yang terjadi saat ini dipengaruhi fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Prakirawan Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Indah Retno Wulan, mengatakan BMKG telah memetakan prediksi awal musim hujan di sejumlah wilayah DIY, termasuk Kabupaten Gunungkidul yang terbagi dalam beberapa zona musim.
Untuk Gunungkidul, wilayah utara masuk dalam Zona Musim (ZOM) 272, sedangkan wilayah timur, barat, dan selatan masuk dalam ZOM 275. Kedua zona tersebut diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember mendatang.
“Untuk wilayah Gunungkidul, awal musim hujan mulai Desember, dengan prediksi sifat hujan bawah normal (BN),” kata Indah Retno, Selasa, (20/10/2026).
Indah menerangkan, awal musim hujan di sebagian wilayah utara Gunungkidul diperkirakan terjadi pada dasarian I Desember 2026. Sementara itu, wilayah timur, barat, dan selatan diprediksi mulai memasuki musim hujan pada dasarian II.
Menurutnya, mundurnya awal musim hujan tahun ini berkaitan dengan fenomena El Nino yang berintensitas sangat kuat. Kondisi tersebut menyebabkan musim hujan datang lebih lambat dibandingkan pola yang biasanya terjadi pada Oktober atau November.
“Ada kemunduran masuknya awal musim penghujan di tahun 2026,” tambah dia.
BMKG pun mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memanfaatkan informasi prediksi iklim sebagai dasar mengambil langkah antisipasi. Di sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tanaman berumur pendek, serta melakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Masyarakat juga diimbau mengoptimalkan konservasi air dan mengidentifikasi sumber air alternatif untuk mengantisipasi kekeringan. Apabila mengalami kesulitan air, warga diminta melaporkannya kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti.
Selain itu, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan selama periode kering perlu ditingkatkan. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan, terutama menghadapi potensi penyakit selama musim kemarau maupun penyakit yang dapat meningkat ketika musim hujan, seperti demam berdarah dengue (DBD).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Rismiyadi, sebelumnya mengatakan sejumlah petani, khususnya di wilayah tengah dan selatan, telah mulai mengolah lahan untuk persiapan musim tanam.
“Sudah, terutama di wilayah tengah dan selatan sudah mengolah lahan. Sebagian petani mulai ngawu-awu, tanam padi dan jagung,” ujar Rismiyadi.
Ngawu-awu merupakan kegiatan menebar benih meskipun hujan belum turun. Kegiatan tersebut dilakukan setelah lahan selesai diolah dan siap ditanami, sehingga benih diharapkan dapat segera tumbuh ketika hujan pertama datang.
Meski demikian, aktivitas tanam tersebut belum berlangsung secara merata. DPP Gunungkidul juga belum menerima laporan dari petugas lapangan mengenai luasan lahan yang telah diolah maupun yang sudah mulai ditanami.
“Walaupun terpantau ada aktivitas tanam, saat ini belum ada laporan dari petugas lapang,” jelasnya.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized19 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized23 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
