Uncategorized
Pembangunan Aviary di Purwosari Capai 55 Persen, Pemerintah Targetkan Rampung Pertengahan Desember
Wonosari, (pidjar.com) – Pembangunan fasilitas Konservasi Ekosistem Lokal atau Aviary di Kabupaten Gunungkidul terus berjalan. Hingga pekan lalu, progres pembangunan proyek yang meliputi aviary dome, klinik, dan mess tersebut telah mencapai lebih dari 55 persen.
Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto, mengatakan saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian sejumlah bagian bangunan mess dan gedung klinik. Pekerjaan finishing tersebut meliputi pengecatan, pemasangan instalasi listrik, pengerjaan lantai, hingga perapian teras.
“Untuk pembangunan aviary masih berjalan, saat ini realisasi sudah 55 persen lebih berdasarkan laporan minggu lalu,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Selain pekerjaan finishing bangunan, proyek tersebut juga masih menyelesaikan struktur pembesian kubah dome aviary. Pembangunan fasilitas konservasi ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp5.052.255.000.
Ia menambahkan, berdasarkan kontrak kerja, pembangunan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2026. Pihaknya optimis bahwa pekerjaan akan selesai tepat waktu.
Menurutnya hingga saat ini belum ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaan proyek tersebut. Namu demikian, pihaknya tetap mewaspadai potensi hambatan akibat memasuki musim penghujan. Kondisi cuaca dikhawatirkan dapat memengaruhi kelancaran pekerjaan konstruksi di lapangan.
“Untuk sementara belum ada kendala, tetapi yang dikhawatirkan memasuki musim penghujan ini sehingga perlu diwaspadai,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan, DLH Gunungkidul juga melakukan pengawasan secara berkala. Monitoring dan evaluasi (monev) internal dijadwalkan setiap dua minggu sekali.
Selain itu, pengawasan turut melibatkan Tim Probity Audit Inspektorat Daerah (Irda) Gunungkidul serta Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Melalui pengawasan tersebut, diharapkan pembangunan fasilitas konservasi ekosistem lokal dapat berjalan sesuai spesifikasi, ketentuan kontrak, serta target penyelesaian yang telah ditetapkan.
“Ya kami menggandeng Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Gunungkidul dalam pengawasan pekerjaan agar sesuai dan tidak ada pelanggaran atau penyimpangan,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized7 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
