Uncategorized
Tiga Kekayaan Budaya Khas Gunungkidul Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Wonosari (pidjar.com)– Tiga kekayaan budaya khas Kabupaten Gunungkidul, yakni kesenian Thoklik, kuliner Bendrat, dan tradisi Sego Berkat diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) pada tahun 2026. Saat ini, ketiganya masih dalam proses pengkajian dan belum ditetapkan secara resmi.
Analis Warisan Budaya Kundha Kabudayan Kabupaten Gunungkidul, Hadi Rismanto, mengatakan ada 2 jenis makanan khas dan 1 jenis kesenian Gunungkidul yang diusulkan menjadi warisan budaya tak benda dari Gunungkidul.
“Benar, Thoklik, Bendrat dan Sego Berkat diusulkan sebagai WBTB tahun ini. Saat ini masih dalam proses pengkajian oleh Kundha Kabudayan DIY,” ucap Hadi Rismanto, Rabu, (8/7/2026).
Ia menjelaskan, Bendrat merupakan makanan tradisional dari warga Girisubo yang sudah ada sejal puluhan tahun lalu. Makanan ini berbahan dasar daun singkong yang diolah menjadi makanan ringan maupun lauk pelengkap oleh warga di daerah tersebut.
Sedangkan sego berkat merupakan makanan yang selalu dibuat oleh warga Gunungkidul dalam momen tertentu dengan berbagaj jenis lauk dan filosofinya. Untuk saat ini, makanan ini telah dikomersilkan.
Selain itu, kesenian Thoklik termasuk dalam usulan Warisan Budaya Tak Benda tahun ini. Thoklik merupakan seni musik tradisional yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat Gunungkidul sejak puluhan tahun lalu. Kesenian ini memanfaatkan kentongan bambu dengan ukuran dan lubang yang berbeda-beda sehingga menghasilkan nada tinggi maupun rendah saat dipukul.
Bunyi “thek-thek” dan “klek” yang dihasilkan dari kentongan menjadi asal-usul penamaan Thoklik. Pada masa lampau, alat musik tersebut kerap dimainkan warga saat ronda malam sebagai pengiring tembang sekaligus sarana komunikasi antarwarga.
Seiring perkembangan zaman, Thoklik tidak lagi hanya menjadi bagian dari kegiatan ronda, tetapi juga berkembang menjadi seni pertunjukan. Berbagai alat musik seperti gong, kecrekan, rebana, gendang hingga pengeras suara turut melengkapi penampilannya, sehingga mampu menghadirkan sajian musik yang lebih atraktif.
“Untuk sekarang baru disidangkan. Kami masih menunggu keputusan seperti apa dan apa saja yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda,” tambah dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto, mengatakan keberadaan kelompok Thoklik tersebar hampir di seluruh kalurahan di Gunungkidul. Kesenian tersebut juga masih rutin ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari lomba desa, karnaval pembangunan, hingga peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, eksistensi Thoklik yang tetap terjaga menjadi modal penting agar kesenian tersebut memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
“Semoga proses penetapan dapat berjalan lancar sehingga keberadaan Thoklik, Bendrat, dan Sego Berkat semakin terlindungi serta mampu menarik minat generasi muda untuk terus melestarikannya,” tutupnya.
-
Uncategorized5 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya4 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial6 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
