Pemerintahan
Total Investasi Masuk ke Gunungkidul Diklaim Capai Hampir Setengah Triliun
Wonosari, (pidjar.com)–Investor asing terus melirik Kabupaten Gunungkidul sebagai tujuan penanaman modal. Dalam enam bulan pertama 2026 saja, nilai investasi asing yang masuk mencapai Rp180,3 miliar. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun optimistis arus investasi masih akan bertambah hingga akhir tahun. Hingga pertengahan tahun ini, total investasi yang masuk ke Gunungkidul diklaim telah mencapai hampir setengah Trilun.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul mencatat, realisasi investasi hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp487.660.727.446. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp307.333.474.456 dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp180.327.252.990.
Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, mengatakan capaian investasi tersebut diperoleh dari pencatatan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
“Kalau ditotal dari keduanya, maka investasi yang masuk ke Gunungkidul sudah mencapai Rp487.660.727.446,” kata Mugiyanto.
Meski belum merinci asal negara investor maupun nilai investasi per sektor, Mugiyanto menyebut sejumlah bidang usaha menjadi magnet bagi penanam modal. Di antaranya sektor perindustrian, perdagangan, energi dan sumber daya mineral (ESDM), pertanian, hingga pariwisata.

Ia menilai minat investor terhadap Gunungkidul masih akan terus meningkat pada semester kedua tahun ini.
“Masih bisa terus bertambah karena kami yakin banyak pemilik modal yang ingin berinvestasi di Gunungkidul,” ujarnya.
Menurut Mugiyanto, realisasi investasi yang telah mencapai Rp487,6 miliar itu setara dengan 56,8 persen dari target investasi Kabupaten Gunungkidul pada 2026 sebesar Rp858.560.738.845.
“Laju investasi Gunungkidul tumbuh dengan bagus. Kami optimistis target di tahun ini bisa terpenuhi,” katanya.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan masuknya investasi, termasuk dari luar negeri, menjadi sinyal positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Capaian investasi ini menunjukkan aktivitas ekonomi di Gunungkidul semakin produktif serta ikut berperan dalam pembangunan. Dampaknya sangat luas mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga laju pertumbuhan ekonomi yang semakin baik,” ujarnya.
Untuk menjaga tren tersebut, DPMPTSP terus menawarkan berbagai peluang investasi melalui pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Semin, kawasan Mijahan di Semanu, hingga koridor Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Selain itu, pemerintah juga menyusun kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk memudahkan calon investor melihat potensi investasi yang siap ditawarkan.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized1 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized1 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
