Uncategorized
Vaksinasi Gempur PMK di Gunungkidul Baru Capai 36,9 Persen, Tim Keswan Gencarkan Edukasi ke Peternak
Wonosari,(pidjar.com)– Program vaksinasi Gempur (Gerakan Melindungi Ternak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Penyakit Hewan Menular) di Kabupaten Gunungkidul masih terus dikebut. Hingga 7 September 2026, vaksinasi telah diberikan kepada ribuan ekor ternak. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala lantaran sebagian peternak belum mengizinkan ternaknya mendapatkan vaksinasi.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, drh. Nanik Triana, mengatakan vaksinasi terus dilakukan untuk meningkatkan kekebalan ternak sekaligus menekan risiko penyebaran PMK.
“Capaian vaksinasi PMK sampai dengan 7 September yakni sapi sebanyak 5.606 ekor, kambing 10.413 ekor, dan domba 816 ekor,” kata Nanik, Selasa (8/9/2026).
Dengan capaian tersebut, vaksinasi baru mencapai sekitar 36,9 persen dari total alokasi vaksin PMK untuk Gunungkidul yang mencapai 30.400 dosis.
Nanik mengatakan, salah satu kendala yang masih ditemui petugas di lapangan adalah adanya peternak yang belum mengizinkan ternaknya divaksin. Kondisi tersebut turut memengaruhi percepatan pelaksanaan vaksinasi.

Untuk mengatasinya, petugas memilih melakukan pendekatan secara persuasif dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi PMK. Edukasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur di tingkat kalurahan, mulai dari perangkat kalurahan, kelompok ternak hingga tokoh masyarakat.
Menurut Nanik, vaksinasi PMK secara khusus bertujuan memberikan kekebalan kepada ternak terhadap penyakit tersebut. Dengan meningkatnya kekebalan ternak, risiko terjadinya infeksi maupun penyebaran PMK di lingkungan peternakan diharapkan dapat ditekan.
Di sisi lain, upaya menjaga kesehatan ternak tidak hanya dilakukan melalui vaksinasi. Petugas Puskeswan juga menggencarkan kegiatan Yanduwan atau Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan.
Kegiatan tersebut mencakup pemberian vitamin dan obat cacing, pemeriksaan kebuntingan, hingga pemeriksaan terhadap gangguan reproduksi ternak. Menurut Nanik, pelayanan tersebut penting untuk meningkatkan status kesehatan ternak secara umum.
“Yanduwan ini dapat meningkatkan status kesehatan ternak,” ujarnya.
Lebih lanjut Nanik menyebut, saat ini terdapat kecenderungan penyakit PMK semakin menurun. Sementara itu, penyakit hewan lainnya masih dalam kondisi relatif biasa dan belum menunjukkan perkembangan yang menonjol.
Meski demikian, pengendalian PMK tetap menjadi perhatian karena penyakit tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar bagi peternak. Selain membutuhkan waktu perawatan yang lama, penanganan ternak yang sakit juga memerlukan ketelatenan.
Ia menambahkan, PMK memiliki tingkat penyebaran yang cepat. Karena itu, peningkatan cakupan vaksinasi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi keberlangsungan usaha peternakan masyarakat. Petugas pun masih akan terus melakukan pendekatan kepada peternak yang belum bersedia mengikuti program vaksinasi.
“Diharapkan melalui edukasi dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, kesadaran peternak terhadap pentingnya vaksinasi PMK semakin meningkat sehingga upaya pengendalian penyakit tersebut dapat berjalan optimal,” pungkasnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
