Connect with us

Pariwisata

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul dinilai mampu meningkatkan keamanan dan transparansi pengelolaan pendapatan daerah. Namun di balik kemudahan tersebut, petugas masih dihadapkan pada persoalan yang saat ini kerap terjadi berupa pemadaman listrik yang kerap mengganggu operasional layanan digital.

Setiap hari, ribuan wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata memasuki kawasan wisata pantai selatan melalui berbagai pintu masuk. Aktivitas di TPR pun nyaris tak pernah sepi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Di tengah tingginya arus kunjungan wisatawan, petugas dituntut memberikan pelayanan cepat agar antrean kendaraan tidak mengular. Tantangan semakin berat ketika terjadi pemadaman listrik yang berdampak langsung pada jaringan internet dan sistem pembayaran elektronik.

Berita Lainnya  Uji Adrenalin Bepergian ke Pantai Selatan Via Jalur Ekstrim, Berani?

Koordinator TPR Baron, Dadang, mengatakan, sistem pembayaran non-tunai yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga memberikan banyak manfaat dalam pengelolaan retribusi wisata.

Menurutnya, digitalisasi pembayaran membuat proses transaksi lebih aman karena petugas tidak lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar. Selain itu, seluruh transaksi dapat dipantau secara langsung melalui sistem.

“Dengan sistem non-tunai ini, petugas tidak lagi membawa uang tunai hasil retribusi. Selain lebih aman, pendapatan juga bisa dipantau secara real time oleh pihak yang berkepentingan,” kata Dadang, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, setiap transaksi yang dilakukan wisatawan langsung tercatat dalam sistem sehingga memudahkan proses pengawasan dan pelaporan pendapatan sektor pariwisata.

Meski demikian, pelaksanaan sistem tersebut belum sepenuhnya berjalan mulus. Gangguan pasokan listrik masih menjadi kendala utama yang kerap dihadapi petugas di lapangan.

Berita Lainnya  Tak Ingin Aji Mumpung, Pengelola Obyek Wisata Kali Suci Terapkan Peraturan Ketat Demi Keselamatan Wisatawan

Menurut Dadang, saat listrik padam, jaringan internet yang menjadi tulang punggung transaksi digital ikut terdampak. Kondisi itu berpotensi memperlambat pelayanan kepada wisatawan, terutama ketika jumlah pengunjung sedang tinggi.

“Saat listrik padam, petugas harus segera mencari solusi agar jaringan tetap aktif. Di TPR Baron sendiri belum memiliki genset untuk menghidupkan perangkat pendukung jaringan. Sementara sinyal di lokasi ini juga masih cukup terbatas tanpa dukungan wifi,” ujarnya.

Ia mengatakan, keterbatasan infrastruktur tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menjaga layanan tetap berjalan. Jika gangguan jaringan berlangsung cukup lama, antrean kendaraan berpotensi semakin panjang dan dapat mengurangi kenyamanan wisatawan.

Dadang menilai keberadaan genset menjadi kebutuhan penting untuk mendukung operasional sistem pembayaran non-tunai. Dengan adanya sumber listrik cadangan, perangkat jaringan dan sistem transaksi tetap dapat berfungsi saat terjadi pemadaman.

Berita Lainnya  Geosite Ngingrong Jadi Pilot Project Persiapan Aktivasi AKB

Selain itu, penguatan kualitas jaringan internet juga dinilai mendesak dilakukan mengingat sebagian kawasan wisata berada cukup jauh dari pusat perkotaan sehingga kualitas sinyal masih belum stabil.

“Harapannya ke depan ada dukungan tambahan berupa genset maupun penguatan infrastruktur jaringan internet agar pelayanan kepada wisatawan semakin optimal,” tandasnya.

Menurutnya, keberhasilan transformasi pelayanan digital di sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan teknologi pembayaran. Dukungan infrastruktur dasar seperti pasokan listrik yang andal dan jaringan internet yang stabil juga menjadi faktor penting.

Sebab, di tengah meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi pantai Gunungkidul, pelayanan yang cepat dan tanpa hambatan menjadi salah satu kunci menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 jam yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata6 hari yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler