Uncategorized
Vaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
Wonosari, (pidjar.com) – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih mengejar cakupan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Dari total 37.400 dosis vaksin yang tersedia tahun ini, baru 14.425 dosis yang telah diberikan hingga 10 Agustus 2026.
Artinya, masih ada sekitar 22.975 dosis vaksin yang belum disalurkan kepada ternak sasaran.
Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi mengatakan vaksinasi tersebut dilakukan melalui program Gerakan Melindungi Ternak dari PMK dan Penyakit Hewan Menular (GEMPUR). Enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan dikerahkan untuk memperluas cakupan vaksinasi di berbagai wilayah.
“Vaksinasi ini diberikan sebagai langkah pencegahan, terutama kepada ternak dalam kondisi sehat sebelum terserang penyakit,” kata Rismiyadi, Senin (31/8/2026).
Dia menjelaskan, vaksinasi telah berjalan sejak awal tahun. Hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 14.425 dosis telah diberikan atau sekitar 39 persen dari total 37.400 dosis yang disiapkan pemerintah pusat dan daerah.

Dari total vaksin tersebut, sebanyak 30.400 dosis merupakan alokasi pemerintah pusat. Sementara Pemkab Gunungkidul menambah 7.000 dosis melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul Retno Widyastuti mengatakan vaksinasi tidak hanya dilakukan pada momentum Bulan Vaksinasi PMK yang berlangsung sepanjang Agustus. Pelaksanaan vaksinasi tetap dilakukan secara rutin.
“Pelaksanaannya dilakukan oleh puskeswan yang bergerak setiap hari untuk memperluas cakupan vaksinasi,” ujarnya.
Menurutnya, vaksinasi akan diberikan kepada ternak yang masuk dalam sasaran. Pengulangan vaksinasi dilakukan sekitar enam bulan sekali sesuai kebutuhan dan kondisi ternak.
Gunungkidul sendiri memiliki populasi sapi sekitar 136 ribu ekor. Mobilitas ternak dari Gunungkidul ke luar daerah menjadi salah satu alasan perlindungan kesehatan hewan perlu terus diperkuat.
Selain PMK, Gunungkidul juga memiliki riwayat penyakit hewan menular lainnya, seperti lumpy skin disease (LSD) dan antraks.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong vaksinasi sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko penyebaran penyakit sekaligus melindungi ternak milik masyarakat.
Dengan masih tersedianya 22.975 dosis vaksin, program vaksinasi akan terus dilakukan melalui jaringan Puskeswan hingga sasaran yang ditetapkan dapat tercapai.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
