Pemerintahan
Progress Lamban Penanganan Kekeringan, Ratusan Ribu Warga Terdampak dan Dropping Air Masih Jadi Solusi
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Keringnya sumber-sumber air di sebagian besar wilayah Gunungkidul merupakan hal yang tiap tahun terjadi di Gunungkidul. Kekeringan yang terus terjadi ini tak lepas dari kondisi geografis Gunungkidul yang sebagian besar adalah wilayah karst. Di mana pada wilayah karst cadangan air bawah tanah lebih melimpah daripada di atas tanah.
Karakteristik sumber air di sebagian besar wilayah Gunungkidul ini memang membutuhkan upaya serius, khususnya dari pemerintah dalam melakukan pengangkatan hingga pendistribusian. Namun hingga kini, belum ada solusi konkrit terhadap masalah musiman tersebut. Kabupaten Gunungkidul masih mengandalkan bantuan distribusi air bersih sebagai solusi atas permasalahan kekeringan yang dialami oleh ratusan ribu warganya ini. Ratusan juta rupiah anggaran pemerintah digelontorkan setiap tahunnya guna melaksanakan distribusi bantuan air bersih. Jumlah ini bisa berlipat hingga beberapa kali jika kemudian ditambahkan dengan bantuan sosial dari berbagai kalangan masyarakat maupun upaya mandiri dari warga terdampak dalam membeli air bersih dari swasta.
Bagi masyarakat, distribusi air melalui tangki menjadi pilihan yang tak terelakkan. Menjadi ironi lantaran bahkan, hal ini menjadi satu-satunya pilihan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan airnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, sejak Juni 2021 lalu, pihaknya telah menerima pengajuan bantuan distribusi air bersih dari 10 Kapanewon. Ia merinci jika pengajuan tersebut tersebar di 40 kalurahan yang terdiri dari 28.356 Kepala Keluarga.
Pada tahun 2021 ini, BPBD Gunungkidul sendiri menerima anggaran sebesar 700 juta untuk pengadaan bantuan air bersih kepada masyarakat. Pendistribusian bantuan sudah dimulai sejak Juni lalu total distribusi air hingga saat ini mencapai lebih dari 1000 tangki.
“BPBD sudah mengirimkan bantuan droping air sebanyak 1.087 tangki. Sisa anggaran saat ini masih sekitar 400 juta,” beber dia, Senin (16/08/2021).
Ia menyebut, sisa anggaran yang ada diperkirakan mencukupi untuk pendistribusian bantuan air bersih hingga berakhirnya musim kemarau mendatang. Pihaknya saat ini terus melakukan pendataan berkaitan dengan permohonan bantuan dari sejumlah kapanewon.
“Masih mencukupi anggaran yang ada saat ini,” sambung Edy.
Sebelumnya, dalam rapat evaluasi beberapa waktu lalu, diperkirakan hanya dua kapanewon di Gunungkidul yang akan terbebas dari krisis air bersih. Sementara 16 Kapanewon lainnya masih akan mengalami masalah klasik ini. Dalam perkiraan BPBD Gunungkidul, saat ini masih ada 127.404 jiwa dari 37.801 Kepala Keluarga yang tersebar di 64 Kalurahan yang terdampak krisis air bersih pada saat musim kemarau ini.
“Memang ada hujan susulan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2021 lalu, namun tidak menambah persediaan air di bak penampungan air milik warga,” papar Edy.
Sementara itu, Lurah Girisuko, Kapanewon Panggang, Jamin Paryanto mengungkapkan, warga di wilayahnya mulai membeli air tangki dari pihak swasta sejak beberapa bulan lalu. Meskipun belum mendata warga yang terdampak secara keseluruhan, namun ia memperkirakan terdapat ratusan keluarga yang mulai membeli air tangki dari swasta. Warga-warga tersebut memang tak memiliki akses pelayanan air sementara sumber air di sekitar mereka telah kering kerontang.
“Ada sekitar 600 kepala keluarga warga kami yang beli air tangki dari swasta. Tersebar di Padukuhan Gebang, Temuireng 1, dan Temuireng 2. Kalau di sini untuk air tangki ukuran 6000 liter rata-rata harganya Rp. 150.000,” terang Jamin. (Roni)
-
Uncategorized23 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized18 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized21 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
