Pemerintahan
Banjir di Gunungkidul Mulai Marak, DLH Dorong Masyarakat Perhatikan Sungai
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Menyusul banyaknya kejadian banjir di Gunungkidul akibat guyuran hujan beberapa waktu terakhir ini, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul menghimbau dan mendorong warga untuk mulai meningkatkan perhatian terhadap sungai serta aliran di sekelilingnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap sungai ialah adanya program kali bersih (prokasih) yang menyasar masyarakat di sepanjang aliran sungai di Gunungkidul. Diakuinya, hujan intensitas sedang dengan durasi yang lama kerap menyebabkan banjir di sejumlah titik. Menurutnya, kejadian tersebut dapat diminimalisir dengan memperhatikan kebersihan sungai serta aliran air di lingkungan masyarakat.
“Termasuk juga aliran air dari drainase atau selokan karena akan mengalir ke sungai, sehingga masyarakat jangan untuk membuang sampah ke sungai atau kali yang bisa menutup alirannya,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono, Senin (13/02/2023).
Dijelaskannya, langkah tersebut diperlukan peran serta semua pihak khususnya masyarakat. Menurutnya, masyarakat mampu pro aktif dalam melakukan penanganan sungai agar sampah tidak dibuang sembarangan.
“Pada hakikathya ini melibatkan unsur masyarakat, unsur perilaku masyarakat untuk terlibat secara aktif agar sampah ataupun limbah tidak dibuang ke aliran air,” jelas Hary.

“Ini upaya kami untuk melibatkan masyarakat bagaimana sungai ataupun aliran air ini kita perlakukan secara baik bukan untuk pembuangan sampah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyampaikan jika beberapa titik ataupun ruas jalan di Gunungkidul pada Minggu (12/02/2023) kemarin mengalami banjir akibat dari guyuran hujan deras dengan durasi yang cukup lama. Kurang lancarnya aliran air diduga menjadi penyebab air meluap sehingga menyebabkan genangan air terjadi. Ia pun menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan jika terjadi hujan deras di wilayahnya.
“Kejadian banjir ada beberapa titik, misalnya dari laporan terjadi di rumah sakit, ada juga di permukiman yang akibat dari luapan sungai,” ujarnya.
Hujan deras yang terjadi pada Minggu sore kemarin tercatat ada 40 titik yang dilaporkan ke BPBD baik terdampak genangan air atau banjir serta adanya kejadian pohon tumbang. Mayoritas genangan air terjadi di wilayah Kapanewon Playen.
“Perhatikan juga kondisi cuaca ekstrim, kalau hujan lebih dari dua jam harap waspada,” pungkas Purwono.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized22 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
