Pendidikan
Akui Peristiwa Bullying Menimpa Sejumlah Siswa Lainnya, SD Al Azhar Bina Pelaku
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Peristiwa bullying yang dilakukan oleh salah seorang siswa di SD Al Azhar hingga saat ini masih terus berlanjut di ranah hukum. Tiga kali mediasi yang dilakukan tak membuahkan perdamaian dan orang tua korban tetap menginginkan adanya proses hukum. Adapun pendalaman keterangan dari sejumlah pihak juga masih dilakukan oleh penyidik dari UPPA Satreskrim Polres Gunungkidul. Dari pihak sekolah maupun yayasan sepenuhnya menyerahkan proses hukum ke pihak kepolisian.
Kuasa Hukum SD Al Azhar Wonosari, Rifki Rasyid membenarkan adanya tindakan bullying hingga pemukulan yang dilakukan oleh salah satu siswa di SD Al Azhar terhadap temannya. Pasca ada kejadian itu, pihak yayasan langsung melakukan pendampingan dan assesment terhadap pelaku dan korbannya.
Hasil penanganan yang dilakukan oleh pihak yayasan, memang ada beberapa korban lain yang mendapat perlakukan tidak mengenakkan dari pelaku. Kendati demikian, hingga saat ini, memang hanya ada 1 korban yang melaporkan kejadian ini ke Polres Gunungkidul untuk dilakukan proses hukum lanjutan.
“Kemarin ketika pendampingan yang disampaikan itu terkait dengan pemukulan yang dilakukan oleh pelaku dan saat ini tengah ditangani kepolisan. Selain itu diduga penyampaian kata-kata dengan nada agak tinggi yang disampaikan, perlakuan yang dikatakan (dianggap) kurang pas,” ucap Rifki Rasyid saat dihubungi melalui telephone, Selasa (07/11/2023).
“Terhadap korban pemukulan hanya satu dan terindikasi ada korban yang lain. Tapikan dari orang tua korban lain itu belum konfirmasi langsung ke yayasan,” imbuhnya
Ia menjelaskan, setelah kejadian itu pihak yayasan memfasilitasi antara orang tua korban dengan pelaku. Namun memang tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak sehingga proses hukum tetap berjalan. Dari yayasan dan kuasa hukum sempat melakukan mediasi sebanyak tiga kali namun memang mentah. Tidak ada kesepakatan hasil penyelesaian secara kekeluargaan.
“Sudah ada ke arah sana (kekeluargaan) sebenarnya. Tiga kali dilakukan mediasi, yang pertama orang tua pelaku tidak hadir, mediasi kedua semua pihak hadir tapi tidak ada kesepakatan. Mediasi ketiga pun demikian. Kami juga meminta dari kepolisian untuk mediasi kekeluargaan, tapi saat ini proses hukum tetap berjalan,” jelas dia.
Disinggung mengenai sanksi yang diberikan terhadap siswa yang melakukan bullying hingga pemukulan ini, Rifki mengatakan karena pelaku terbukti melakukan pelanggaran tata tertib maka diterapkan sanksi sesuai aturan yang berlaku di sekolah. Pendampingan dan pemantauan juga tetap dilakukan oleh pihak sekolah kepada yang bersangkutan.
“Saat ini siswa itu masih berada di boarding school SD Al Azhar,” jelas dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, Al Azhar Yogyakarta berkomitmen untuk melawan ataupun mencegah terjadinya kasus bullying (perundungan) di lingkungannya. Saat ini upaya pencegahan yang dilakukan yaitu dengan mengadakan kegiatan rutin berupa pembinaan, seminar, pendampingan guru dan psikolog secara intensif melalui layanan yang disediakan oleh pihak sekolah, serta bekerja sama dengan orang tua agar turut membimbing dan mengawasi putra-putrinya.
“Sekolah fokus pada penanganan dan antisipasi atau pencegahan juga dilakukan,” sambungnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, Iptu Andika Arya menambahkan, proses hingga saat ini masih terus berlanjut. Telah ada 7 saksi yang dimintai keterangan terkait dengan kasus ini. Adapun pelaku ini disinyalir melakukan bullying tidak hanya terhadap 1 teman kelasnya saja, melainkan ke beberapa siswa lainnya yang satu kelas.
“Masih kami dalami lebih lanjut lagi,” ucap dia.
Disinggung mengenai penetapan tersangka, hingga saat ini pihaknya belum sampai di tahapan itu. Informasi terus digali oleh penyidik UPPA.
“Masih sebatas saksi. Sampai terjadi pelaporan ke penengak hukum tentunya orang tua atau wali murid sudah cukup resah dengan kejadian demikian. Kalau untuk kurun waktu (bullying) terjadi ini masih kami dalami juga,” tutup Kasat Reskrim.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata2 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
