fbpx
Connect with us

Pendidikan

Rencana Tes Swab Untuk Kalangsan Siswa SMP dan SD, Dinas Minta Orang Tua Tak Panik

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Sejak beberapa waktu terakhir ini, tes acak covid19 bagi ribuan siswa ataupun guru di lingkungan SMA ataupun SMK dilakukan oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul. Tes swab acak ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya penularan covid19 di lingkungan sekolah. Dari hasil tes yang telah dilaksanakan, puluhan siswa dilaporkan terpapar covid19. Tes serupa sendiri direncanakan akan dilaksanakan untuk kalangan siswa maupun guru di lingkungan SMP. Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menekankan pendekatan melalui orangtua agar tak menjadi ketakutan tersendiri dalam pelaksanaannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Kisworo, mengungkapkan jika untuk pelaksanaan tes acak di satuan pendidikan di bawah Disdikpora Gunungkidul masih belum dilakukan. Pihaknya masih menunggu langkah pelaksanaan dari Dinas Kesehatan. Meskipun demikian, tes acak covid19 siswa di tingkat SMA dan SMK yang sudah dilakukan sebelumnya menjadi pedoman evaluasi pihaknya dalam penanganan.

Berita Lainnya  PAUD Bukan Sekedar Tempat Penitipan Anak

Berangkat dari hal tersebut, ia menyampaikan jika pihaknya telah meminta sekolah untuk melakukan pendekatan terhadap orangtua agar kebijakan tersebut tidak menjadi ketakutan bagi pelajar. Menurutnya, tes acak di lingkungan memang perlu dilakukan dalam pencegahan covid19 di sekolah.

“Kita bisa melalui pendekatan orang tua, ke sekolah, nanti sekolah sampaikan manfaatnya. Supaya bisa mengambil sikap untuk mencegah covid19 itu seperti apa,” ucapnya, Senin (06/12/2021).

Menurutnya, dengan adanya data yang otentik ini, nantinya dapat digunakan sebagai pertimbangan melanjutkan pembelajaran tatap muka. Selain itu, untuk meminimalisir berkurangnya pemahaman siswa terhadap pembelajaran akibat pandemi seperti sekarang, khususnya pada pembelajaran jarak jauh, ia menekankan pada pembelajaran yang produktif.

Berita Lainnya  Pertengahan Juli, Disdikpora Siapkan Skenario Para Siswa Bisa Kembali Masuk Sekolah

“Kalau Learning Loss jelas, karena tidak seefektif pembelajaran tatap muka. Bisanya kami hanya meminimalisir, kemudian pembelajaran yang produktif artinya yang esensial saja yang bisa membekali siswa,” sambung Kisworo.

Lebih lanjut, Kisworo menambahkan, yang perlu diperhatikan saat ini ialah ketahanan pendidikan di Gunungkidul. Dengan kondisi yang masih pandemi dan masih adanya potensi gelombang ketiga, tentunya dapat berpengaruh pada jalannya pembelajaran seperti dulu lagi. Menurutnya, guru, siswa, ataupun orangtua, harus sudah siap dengan perubahan-perubahan baru saat masa pandemi seperti sekarang dan guru dapat merencanakan pembelajaran dengan terukur.

“Dalam situasi pandemi seperti ini bukan hanya ketahanan fisik, SDM guru dan sebagainya itu juga ketahanan pendidikan. Jadi ketahanan pendidikan itu guru kompeten dalam Learning Management System, perencanaan guru ketika daring itu harus sudah siap. Maka kalau ada gelombang ketiga itu sudah biasa, nah itu yang harus diperhatikan untuk ketahanan pendidikan,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler