Connect with us

Olahraga

Era Kepemimpinan Askab PSSI Baru, Sulistyo Aribowo Bidik Kebangkitan Sepakbola Bumi Handayani

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Gunungkidul masa bakti 2026-2030 resmi dilantik. Kepengurusan baru ini menargetkan kebangkitan sepakbola Gunungkidul melalui penguatan kompetisi berjenjang sekaligus pembinaan atlet lokal. Adapun yang menduduki jabatan Ketua Askab PSSI adalah Sulistyo Aribowo yang juga merupakan Direktur Utama PDAM Tirta Handayani.

Kepada Pidjar.com Ketua Askab PSSI Gunungkidul, Sulistyo mengatakan, menjadi Ketua Askab PSSI Gunungkidul bukanlah sekadar kebanggaan, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata. Kepercayaan ini adalah panggilan untuk berbakti, mengabdi, dan membawa sepakbola Bumi Handayani ke arah yang jauh lebih baik.

Ada beberapa hal yang menjadi fokus utama di era kepemimpinannya pada dunia sepak bola. Pada tahun pertama dirinya akan berfokus pada menggelorakan kembali liga dan memutar roda kompetisi di seluruh tingkatan.

“Kita akan hidupkan kembali gairah sepakbola di setiap sudut, di setiap lapangan desa, dan di seluruh kapanewon yang ada di Gunungkidul,” ucap Sulistiyo saat dihubungi, Senin, (28/09/2026).

Menurutnya, sepakbola harus kembali menjadi hiburan rakyat yang sehat, wadah pembinaan usia dini yang terstruktur, dan ruang bagi talenta-talenta lokal untuk unjuk gigi. Ketika kompetisi rutin berjalan dan gairah masyarakat kembali menyala, saya yakin, prestasi demi prestasi akan datang dengan sendirinya sebagai bonus dari pembinaan yang benar.

Ia menegaskan, akan menghidupkan kembali kompetisi menjadi salah satu konsentrasi utama kepengurusan Askab PSSI Gunungkidul periode 2026-2030. Kompetisi diharapkan mampu mengembalikan gairah masyarakat terhadap sepakbola sekaligus menjadi ruang bagi pemain-pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan.

Berita Lainnya  Datangkan 6 Pemain Luar Gunungkidul, Persig Makin Pede Hadapi Laga Perdana Liga 3 DIY

“Ini menjadi konsentrasi kami di kepengurusan saat ini. Bagaimana agar sepakbola kembali menjadi olahraga favorit di Bumi Handayani,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, secara umum pembinaan sepakbola di Gunungkidul telah memiliki fondasi yang cukup baik. Salah satunya melalui keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersebar di sejumlah wilayah.

Namun demikian, menurutnya, pembinaan tersebut perlu diikuti dengan kompetisi yang rutin agar potensi pemain muda dapat berkembang secara maksimal.

“Sepakbola di Gunungkidul sebenarnya sudah terpola dengan baik dalam pembinaan kelompok usia melalui SSB yang ada di Gunungkidul. Yang masih perlu digelorakan lagi adalah adanya kompetisi, liga dan turnamen dari tingkat kalurahan, kapanewon maupun kabupaten,” kata Sulis.

Adanya sejumlah atlet sepak bola dari Bumi Handayani yang telah berkarir di beberapa klub sepak bola yang cukup besar menunjukkan bahwa sepak bola Gunungkidul dan atlet Gunungkidul kemampuannya tidak bisa diragukan.

Berita Lainnya  Ingin Sensasi Wisata Adrenalin, Jajal Lintasan Trail di Kawasan Sri Gethuk

“Kedepan kami akan berkoordinasi dengan klub dan perkumpulan sepakbola di Gunungkidul untuk ada solusi terhadap atlet sepakbola yang berprestasi agar bisa membela klub Daerah sendiri,” tandas dia.

Selain kompetisi sepakbola konvensional, kepengurusan baru juga berkomitmen melanjutkan pengembangan sepakbola pantai atau beach soccer.

Menurutnya, potensi pesisir selatan Gunungkidul dinilai menjadi modal tersendiri untuk mengembangkan cabang tersebut.

Sulis juga melihat keberadaan sejumlah pesepakbola asal Gunungkidul yang kini memperkuat klub-klub besar di berbagai daerah sebagai modal penting bagi perkembangan sepakbola daerah.

Ke depan Askab PSSI Gunungkidul akan berkoordinasi dengan klub maupun perkumpulan sepakbola di daerah untuk mencari solusi agar para pemain berprestasi asal Gunungkidul memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat klub daerah sendiri.

Berita Lainnya  Piala Soeratin Dimulai, Persig U-17 dan U-15 Kalahkan Wakil Bantul di Awal Laga

“Betul, ke depan kami akan berkoordinasi dengan klub dan perkumpulan sepakbola di Gunungkidul untuk ada solusi terhadap atlet sepakbola yang berprestasi agar bisa membela klub daerah sendiri,” jelasnya.

Sulis juga menekankan bahwa prestasi tidak bisa dibangun secara instan. Kompetisi yang berjalan secara rutin, pembinaan usia dini yang terstruktur, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepakbola yang kompetitif.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja bersama, turun langsung ke lapangan, serta membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, KONI, pihak swasta, klub, pelatih, wasit, suporter dan masyarakat.

Kepengurusan baru Askab PSSI Gunungkidul diharapkan mampu menjadikan momentum pelantikan sebagai titik awal untuk menghidupkan kembali atmosfer sepakbola di berbagai wilayah sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi lahirnya talenta-talenta sepakbola dari Bumi Handayani.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler