Uncategorized
Mulai 1 Oktober, SPPG Gunungkidul Wajib Laporkan Dana MBG Lewat AKSIS
Wonosari, (pidjar.com)- Pengelolaan keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini menggunakan sistem digital. Mulai 1 Oktober 2026, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan melalui aplikasi AKSIS.
Penerapan sistem tersebut menggantikan mekanisme pelaporan manual yang sebelumnya masih menggunakan spreadsheet. Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pencatatan, mempercepat pelaporan, sekaligus memperkuat akuntabilitas penggunaan dana MBG yang bersumber dari APBN.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wonosari, Ana Sariasih, mengatakan penerapan AKSIS telah berlaku efektif sejak 1 Oktober. Untuk memastikan para pengelola SPPG mampu menggunakan sistem tersebut, KPPN Wonosari menggelar sosialisasi dan pelatihan pada 7-8 Oktober 2026.
“Seluruh SPPG di Gunungkidul kini diwajibkan melakukan pelaporan melalui sistem tersebut,” kata Ana saat memberikan sosialisasi di Gunungkidul, Rabu (7/10/2026).
Sebanyak 73 akuntan SPPG mengikuti pelatihan AKSIS tersebut. Peserta dibagi menjadi dua kelompok agar proses pelatihan dapat berlangsung lebih optimal.
Selain akuntan, sosialisasi juga diberikan secara daring kepada kepala SPPG dan ahli gizi yang menjadi penanggung jawab layanan di masing-masing SPPG.
Ana menjelaskan AKSIS dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan pengelolaan keuangan SPPG. Mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan anggaran dan persediaan, hingga penyusunan laporan keuangan dilakukan dalam satu sistem.
Dengan sistem tersebut, proses pelaporan tidak lagi bergantung pada pencatatan manual menggunakan spreadsheet.
“Aplikasi ini diharapkan mampu menggantikan proses pelaporan manual berbasis spreadsheet yang selama ini digunakan oleh SPPG sehingga kualitas data, kecepatan pelaporan, dan akuntabilitas pengelolaan dana Program MBG dapat semakin ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut Ana, penerapan AKSIS juga memungkinkan data keuangan tersaji secara real time. Kondisi ini dinilai dapat membantu proses pengawasan penggunaan anggaran sekaligus mempercepat pengambilan keputusan apabila ditemukan persoalan dalam pengelolaan dana.
“Dengan data yang tersaji secara real time, pengawasan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,”katanya.
Customer Services Officer (CSO) KPPN Wonosari, Muhammad Wahid Hasyim, mengatakan penerapan AKSIS masih membutuhkan proses adaptasi karena sistem tersebut tergolong baru bagi pengelola SPPG.
“Ini baru sehingga butuh sosialisasi dan pelatihan agar penggunaan aplikasi dapat berjalan dengan baik,” kata Wahid.
Dia mengatakan setiap akuntan SPPG telah mendapatkan akun resmi untuk melakukan pelaporan keuangan melalui AKSIS.
Wahid menyebut salah satu keunggulan sistem tersebut adalah integrasinya dengan aplikasi langsung dengan aplikasi SAKTI yang digunakan dalam proses pencairan dana MBG. Dengan integrasi tersebut, alur pengelolaan dana mulai dari pencairan hingga pelaporan menjadi satu rangkaian yang saling terhubung dan tidak terpisah.
“Semua pelaporan harus lewat aplikasi karena saling terintegrasi,” ujarnya.
Ke depan, KPPN Wonosari akan membuka kanal konsultasi dan pendampingan khusus bagi SPPG di Gunungkidul. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pengelola beradaptasi dengan sistem digital sekaligus memastikan pelaporan keuangan Program MBG berjalan sesuai ketentuan dan tepat waktu.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
