Uncategorized
Jelang Musim Hujan, Gunungkidul Tak Punya Skylift untuk Pangkas Pohon
Wonosari, (pidjar.com)- Upaya mengantisipasi pohon tumbang menjelang musim hujan di Kabupaten Gunungkidul, terkendala keterbatasan peralatan. UPT Kebersihan dan Pertamanan belum memiliki kendaraan skylift untuk memangkas pohon tinggi sehingga harus mengandalkan bantuan dari Dinas Perhubungan (Dishub).
Kepala TU UPT Kebersihan dan Pertamanan, Sriyono, mengatakan keterbatasan sarana menjadi salah satu kendala dalam penanganan pohon rawan tumbang. Selama ini, petugas masih mengandalkan peralatan sederhana untuk melakukan pemangkasan.
“Memang benar kami sekarang tidak punya tenaga teknis khusus dan peralatan yang tidak memadai,” kata Sriyono, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kendaraan skylift dibutuhkan untuk membantu petugas memangkas dahan atau merapikan pohon berukuran besar yang sulit dijangkau menggunakan peralatan biasa. Namun, kendaraan tersebut saat ini hanya dimiliki oleh Dishub Gunungkidul.
Akibatnya, ketika pekerjaan pemangkasan membutuhkan skylift, UPT Kebersihan dan Pertamanan harus berkoordinasi dengan instansi tersebut untuk mendapatkan dukungan peralatan.
Di sisi lain, kebutuhan pemangkasan pohon menjadi perhatian menjelang peralihan musim kemarau ke musim hujan. Sejumlah ruas jalan kabupaten di Gunungkidul melintasi kawasan dengan pepohonan rindang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan ketika hujan disertai angin kencang.
Kepala Bidang Penataan dan Pemeliharaan Pertamanan, Hana Kadaton Adinoto, mengatakan pemangkasan pohon selama ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko pohon tumbang.
“Memang banyak kejadian kalau musim hujan. Kita antisipasi biasanya dengan merapikan pepohonan,” ujar Adinoto.
Ia menjelaskan, penanganan pohon dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang diterima petugas UPT Kebersihan dan Pertamanan. Laporan tersebut menjadi salah satu dasar untuk menindaklanjuti pohon atau dahan yang dinilai berpotensi membahayakan.
Namun, keterbatasan tenaga teknis turut menjadi tantangan. Pemangkasan selama ini masih dilakukan secara manual menggunakan tangga, tali, gergaji, hingga gergaji mesin.
“Tapi saat ini tenaga teknis kami terbatas, cuma punya satu itu di UPT,” ungkap Adinoto.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Sriyono mengatakan pihaknya berupaya menata langkah kerja dan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait. Kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan dapat mendukung penanganan pohon rawan tumbang menjelang musim hujan.
“Solusi kita tata langkah kerja dan kolaborasi dengan BPBD untuk mengatasi permasalahan,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
