Sosial
PRYAKKUM dan TPKJM Pusat Perkuat Kolaborasi Kesehatan Jiwa Masyarakat dari Lapisan Daerah
Jogja,(pidjar.com)– Sebanyak 55 peserta yang mewakili 15 Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) kabupaten/kota dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti kunjungan belajar di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 28 Oktober 2026. Kegiatan yang difasilitasi Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM), dengan dukungan Program INKLUSI, CBM Global dan SeeYou Foundation dan bekerja sama dengan TPKJM Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Kesehatan RI, ini bertujuan memperkuat pertukaran praktik baik dan koordinasi dalam penggerakan kesehatan jiwa masyarakat melalui pembelajaran langsung dari layanan dan pendampingan di daerah.
Kunjungan berlangsung di sejumlah lokasi, yaitu Layanan Harian Sanggar Kinasih di Kapanewon Godean, Kelompok Swabantu Luhur Jiwo di Sidoluhur, Pondok Pemulihan Sahabat, Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa SATUNAMA, BRSBKL, KAK Dewa Condongcatur, serta Kemantren Gondomanan. Melalui kunjungan ini, peserta berkesempatan mempelajari berbagai bentuk layanan, pendampingan, dan dukungan bagi orang dengan disabilitas psikososial (ODDP) di tingkat masyarakat.
Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Layanan Kesehatan Kemenko PMK, Linda Restaningrum, menyampaikan bahwa kunjungan belajar dapat menjadi kesempatan bagi TPKJM daerah untuk melihat praktik di wilayah lain yang telah lebih aktif dalam menjalankan program. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.
“Kami berharap TPKJM daerah dapat menyerap pelajaran, informasi, dan pengalaman dari tempat lain untuk kemudian direplikasi di daerah masing-masing. Kami juga berterima kasih kepada YAKKUM yang telah memfasilitasi TPKJM daerah dan pusat untuk berkolaborasi dalam mengisi kesenjangan yang masih ada,” ujar Linda.
Menurut Linda, keterbatasan yang dihadapi dalam pelaksanaan program membuat peran mitra pembangunan menjadi penting untuk mendukung penguatan TPKJM. Pertukaran pengalaman seperti ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, M.P.H.M., menekankan bahwa upaya penggerakan kesehatan jiwa masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dukungan sektor sosial, masyarakat, serta kepemimpinan pemerintah di tingkat wilayah juga diperlukan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Pelajaran paling penting adalah bahwa kesehatan jiwa masyarakat harus didukung oleh sektor-sektor lain. Kepemimpinan panewu dan lurah dibutuhkan untuk mengorganisasi sumber daya yang ada di wilayahnya agar dapat membantu warga dengan disabilitas psikososial. Ini merupakan kerja bersama sektor kesehatan, sosial, dan masyarakat,” ujar dr. Imran.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan kepala daerah untuk membangun kolaborasi dan menggalang sumber daya di luar pemerintahan. Pendekatan tersebut dapat membantu menghadirkan dukungan yang lebih menyeluruh sekaligus mengurangi stigma terhadap orang dengan disabilitas psikososial.
Head of Partnership and Policy INKLUSI, Enurlaela Hasanah, menilai bahwa pertemuan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi ruang penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai tantangan dan peluang kolaborasi dalam penguatan layanan kesehatan jiwa masyarakat.
“Sering kali kerja-kerja pemerintah masih berjalan secara terpisah. Pemerintah pusat sibuk dengan urusannya sendiri, begitu juga pemerintah daerah. Melalui fasilitasi YAKKUM yang mempertemukan kedua level pemerintahan ini, mereka memiliki ruang untuk saling memahami kendala yang dihadapi dan melihat apa yang bisa dikerjakan secara kolaboratif,” ujarnya.
Menurut Enurlaela, TPKJM memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan berbagai sektor dan sumber daya untuk mendukung layanan bagi ODDP. Berdasarkan analisis INKLUSI terhadap program yang dijalankan YAKKUM, kelompok swabantu dan panti rehabilitasi merupakan dua simpul penting dalam dukungan bagi ODDP yang membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.
Manfaat kunjungan belajar ini juga dirasakan oleh peserta dari daerah. Budieli Zebua, perwakilan TPKJM Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dan inspirasi dari praktik yang dikunjungi, terutama kegiatan KAK Dewa Condongcatur dan program Open The Gate (OTG).
“Saya banyak belajar tentang inovasi yang mudah diingat dan dilaksanakan, khususnya dari KAK Dewa Condongcatur dan Open The Gate. Ini menjadi motivasi bagi kami di daerah. Kami akan mengembangkannya dengan menyesuaikan kondisi daerah kami, dengan harapan penanganan kasus ODDP bisa berjalan lebih baik,” ujar Budieli.
Bagi PRYAKKUM, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan TPKJM melalui pendampingan dan pertukaran praktik baik antardaerah.
Pembelajaran dari berbagai bentuk layanan berbasis masyarakat diharapkan dapat memperluas perspektif para pemangku kepentingan mengenai pentingnya dukungan yang terintegrasi bagi orang dengan disabilitas psikososial, mulai dari layanan kesehatan, dukungan sosial, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.
Kegiatan kunjungan belajar ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan koordinasi TPKJM Nasional dan Daerah. Pada hari kedua, 30 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang membahas arah kebijakan nasional, praktik baik dan tantangan penyelenggaraan TPKJM, serta rumusan strategi dan rencana tindak lanjut untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah.
Melalui kerja sama dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, PRYAKKUM berharap pembelajaran dari praktik di lapangan dapat menjadi bekal untuk memperkuat koordinasi TPKJM dan mendukung layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Rs)
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized5 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
