Pemerintahan
Jaringan Internet Belum Merata, Pemkab Gunungkidul Targetkan Tuntas di 2028
Wonosari, (pidjar.com)- Pemerataan akses internet di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), belum sepenuhnya terealisasi. Dari total 1.429 padukuhan yang tersebar di 18 kapanewon, masih terdapat sekitar 78 titik yang belum terjangkau jaringan internet atau blank spot. Pemkab Gunungkidul menargetkan pemerataan akses tersebut mulai direalisasikan pada 2028.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Setiyo Hartato, mengatakan layanan internet yang disediakan pemerintah daerah sebenarnya telah menjangkau hampir seluruh wilayah di 18 kapanewon. Layanan tersebut setidaknya sudah tersedia hingga titik balai kalurahan maupun balai padukuhan.
“Sudah pasti di setiap kapanewon sudah ada layanan Kominfo sampai ke titik Balai Padukuhan maupun titik Balai Kalurahan,” kata Setiyo, Kamis (5/11/2026).
Meski demikian, pemerataan akses internet belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah. Berdasarkan perkiraan sementara, masih ada sekitar 78 titik blank spot yang tersebar di sejumlah padukuhan.
“Masih ada sekitar 78 titik blank spot kalau tidak salah data ya. Nanti kita cek 78 ini ada di padukuhan mana,” ujarnya.
Setiyo menyebut sebagian besar titik yang belum terjangkau internet berada di wilayah selatan Gunungkidul. Karena itu, kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas dalam rencana pemerataan akses internet, terutama wilayah yang memiliki kebutuhan untuk mendukung sektor pariwisata.
“Utamanya kami lebih ke daerah selatan karena ada kebutuhan atas pariwisata, seperti di Girisubo, Rongkop, Nglipar, Tepus, Panggang, Purwosari,” jelasnya.
Namun, upaya pemerataan internet tersebut belum bisa segera direalisasikan. Setiyo mengungkapkan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama. Bahkan, sejak 2025 tidak ada lagi alokasi anggaran untuk program pemerataan akses internet di Gunungkidul.
Menurutnya, kondisi geografis Gunungkidul yang memiliki wilayah sangat luas turut menjadi tantangan tersendiri. Luas wilayah kabupaten tersebut bahkan hampir mencapai 47 persen dari total wilayah DIY.
“Luas wilayah Gunungkidul kan beda dengan Bantul, Kulon Progo, apalagi Sleman ya. Kita kan luas wilayah kita hampir 47 persennya DIY di Gunungkidul,” ungkapnya.
Dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah, Diskominfo mulai membahas rencana pemerataan akses internet untuk 2028. Salah satu opsi yang disiapkan yakni menggandeng penyedia jasa internet melalui skema penyewaan layanan.
“Karena daerah yang luas, yang bisa kami lakukan adalah dengan sewa layanan ke penyedia,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
