Sosial
Kisah Divsa, Bayi dari Keluarga Miskin yang Miliki Kaki Besar Sejak Dalam Kandungan
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Memiliki anak yang sehat dan normal seperti pada umumnya menjadi dambaan setiap orangtua. Dengan hadirnya buah hati yang lucu dan menggemaskan, tentu menjadi pelengkap kebahagiaan dalam rumah tangga. Namun, dambaan tiap orang tersebut tak selamanya bisa didapatkan, karena pada hakikatnya manusia hanya bisa berencana namun tetap Tuhan yang menentukan takdirnya.
Seperti yang dialami pasangan Hadi Supono (48) dan Marsih (39) warga RT 06/RW 15 Bondorejo, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Sekitar 29 hari yang lalu, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik, tepatnya pada 8 Desember 2017. Namun, anak ke lima dari pasangan ini mengalami bentuk tubuh yang tidak normal seperti anak kebanyakan.
Divsa Saputri, sejak lahir memiliki kaki kiri yang lebih besar dengan kulit menghitam dari kaki kanannya layaknya penyakit kaki gajah. Perubahan pada kaki yang membesar ini diketahui sejak usia kandungan Divsa memasuki 8 bulan saat melakukan USG. Belum diketahui penyebab kaki Divsa membengkak, namun menurut Dokter, apa yang dialami Divsa masih bisa disembuhkan.
Ditemui di rumahnya yang sangat sederhana, Hadi menceritakan, saat lahir Divsa sempat dirawat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama 13 hari. Padahal menurut anjuran Dokter, paling tidak Divsa harus dirawat selama 2 bulan untuk proses penyembuhan. Namun, karena keterbatasan biaya, orang tua Divsa terpaksa membawa bayi mungilnya pulang ke rumah.
“Bolak-balik Semanu-Jogja cukup mengeluarkan ongkos yang lumayan banyak. Karena keterbatasan dana, kami terpaksa membawa anak kami pulang,” kata lelaki yang bekerja serabutan ini, Sabtu (06/01/2017).

Melihat rumah yang ditinggali keluarga kecil ini memang cukup memprihatinkan. Rumah limasan berwarna biru ini hanya berdinding papan dan bambu serta berlantai tanah. Tak ada cukup banyak perabotan yang mengisi rumahnya, hanya ada TV 14 inch dan sebuah lemari. Untuk duduk pun, Hadi harus menggelar tikar diatas lantai tanahnya.
Bisa sembuh total dan memiliki kaki yang normal seperti anak kebanyakan tentu sangat diharapkan orangtua Divsa. Tumbuh besar dengan kaki yang lebih besar sebelah tak pernah dibayangkannya. Meski biaya yang dimiliki terbatas untuk melakukan pengobatan, harapan Divsa tumbuh menjadi gadis cantik selalu dipanjatkan dalam doa kepada Tuhan.
“Kalau kami punya dana yang cukup, saran dokter dirawat inap selama dua bulan dan perawatan rutin akan kami lakukan. Satu-satunya kendala kami saat ini adalah biayanya. Paling berat biaya transportasi Semanu-Jogja,” cerita Hadi didampingi sang istri yang sedang menggendong buah hatinya.
Meski Divsa tidak dirawat di rumah sakit, bukan tidak dibiarkan begitu saja dari pengobatan. Bayi perempuan yang dilahirkan secara sesar ini tetap menjalankan rawat jalan dengan melakukan kontrol selama dua minggu sekali. Dalam pengobatannya Hadi tidak memiliki BPJS, namun sedikit terbantu dengan adanya Bapel Jamkesos DIY.
“Kami tetap selalu berharap anak kami bisa sembuh total. Sehingga nanti gedenya dia nggak malu dan bisa bermain bebas dengan teman-teman sebayanya. Saya takut nanti kalau sudah besar, dia bakal malu dan dikucilkan. Untuk itu, semampu saya saat ini, saya akan tetap berusaha melakukan apapun untuk kesembuhan anak saya,” ucap Hadi dengan getir.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
